Apipah dan Bunga

Dia sahabat Apipah. Dia sudah Apipah anggap sebagai saudara Apipah. Tapi yang terjadi, dia menipu Apipah mentah-mentah. Walaupun dulu ia memang pernah melakukan hal yang sama, namun Apipah masih memaafkannya dan masih percaya padanya. Tapi, kali ini, sepertinya ia sudah sangat keterlaluan.

Selama ini Apipah selalu sabar menghadapinya. Apipah selau berusaha untuk berbuat baik padanya. Entah karena Apipah memang sudah merasa cocok dengannya atau karena Apipah yang terlalu sabar untuknya. Apipah hanya ingin menjadi orang baik. Terlebih, Apipah sudah menganggapnya sebagai sahabat baik Apipah.

Oke, sebut saja sahabat Apipah dengan Bunga.

Bunga menyukai seseorang dari masa lalu Apipah, tapi Bunga selalu meyakinkan Apipah bahwa dia hanya menyukainya sebagai kakak. Apipah tahu bagaimana Bunga, jika ingin melakukan sesuatu Bunga tidak akan menundanya. Entah apa yang dipikirkan Bunga, Bunga mendekatinya (atau mungkin didekati, Apipah tidak tahu pasti). Setahu Apipah, Bunga hanya menghubunginya karena sebuah alasan penting. Walaupun menurut Apipah, selain dia, masih banyak yang bisa dihubunginya.

Awalnya mereka saling komen di FB (menurut Bunga sendiri) dan akhirnya saling sms-an. Lalu pada akhirnya saling ketemuan. Ya, walaupun saat itu Bunga ditemani oleh teman Apipah yang lain. Namun, Bunga terlihat sangat senang. Sangat kegirangan. Memuji ketampanan fisik yang dimiliki orang itu. Bahkan ia selalu membicarakannya dan akhirnya Apipah juga merasa marah. Bukan marah karena apa, tapi Apipah bosan dengan ocehannya yang lama kelamaan membuat Apipah emosi. Akhirnya, Apipah membentaknya menyuruhnya diam dan tidak menyebut namanya lagi di hadapan Apipah. Ia pun diam.

Apipah tidak menyangka bahwa mereka melanjutkan sms-an mereka. Padahal, kepentingan Bunga sudah selesai. Entah hanya karena rasa terima kasih atau apa itu, tapi itu adalah kenyataan. Apipah sering memergoki isi sms Bunga. Penuh kelucuan dan seru!!

Apipah masih menganggap itu biasa saja, hanya sekedar lucu-lucuan. Apipah juga masih bersikap sangat biasa seakan tidak terjadi apa-apa. Namun siapa sangka akan kejadian yang akan terjadi 24 jam setelahnya membuat Apipah down. Masih pada hari yang sama, Bunga bercerita pada Apipah, bahwa ada seorang pria pegawai pertambangan yang dijodohkan dengannya. Bunga merasa bahwa ia menyukai orang ini. Ia bahkan sms-an dengan orang ini. Melihatnya sms-an dengan orang lain, hati kecil Apipah sedikit merasa senang apalagi isi smsnya dengan orang itu menandakan bahwa mereka menyukai satu sama lain. Apipah pun mendukungnya, memberinya saran apa yang harus dilakukannya. Sempat Apipah melihat, ia sangat kegirangan menerima sms dari orang tambang itu. Apipah pun merasa lucu dan ikut bergembira. Ia bahkan sempat bilang bahwa ia dilamar. Hahaha.

Tiba-tiba ia duduk di dekat Apipah yang saat itu sedang mengerjakan tugas. Bunga memperlihatkan isi sms yang dikirimkan untuknya. Bunga meminta saran dari Apipah, katanya ia harus bagaimana? Karena orang itu menginginkan Bunga menjadi pacarnya. Tentu saja, Apipah hanya mengiyakan, bahwa sepertinya orang itu menyukai Bunga karena isi sms-nya yang seperti itu. Lalu ia bertanya, haruskah ia menerimanya? Jawaban Apipah, terserah. Soalnya Apipah belum pernah bertemu dengannya dan Apipah tidak mengetahui sifat orang itu yang sebenarnya. Apipah hanya bisa bilang bahwa orang itu memang menginginkan Bunga jadi pacarnya. Awalnya, Apipah tidak merasa keanehan yang sedang terjadi.. dan, Bunga meminta maaf kepadanya. Lho..?? Minta maaf apa? Bungapun mengakui bahwa yang dimaksudnya dengan orang yang dijodohkannya tidak lain tidak bukan adalah orang dari masa lalu Apipah.

Apa..??

Apipah kaget setengah mati namun berusaha menutupi perasaan kaget itu dari depan Bunga. Apipah masih menghargainya sebagai sahabat dan tidak ingin menyakiti perasaannya. Apipah pun masih bersikap biasa dengan nada bicara yang sewajarnya seolah tidak ada yang terjadi. Untung, pengendalian diri Apipah sedang baik sekali saat itu. Padahal di dalam hati, ia menangis setengah mati dan mengutuki kebodohan dirinya sendiri.

Akhirnya mereka meresmikan hubungan mereka dan diketahui orang lain. Sahabat-sahabat terdekat Apipah pun segera meminta klarifikasi. Masih dengan perasaan terluka, Apipah berusaha menjawab apa adanya.

Sebenarnya, Apipah tidak terluka dengan siapa ia menjalin hubungan. Toh Apipah juga tidak menyayangi orang yang dia pacari saat ini. Yang membuat Apipah merasa sakit adalah kebohongannya, ketidak pekaannya dengan perasaan Apipah, bahkan yang paling membuat Apipah terluka adalah sikapnya yang seolah tidak memiliki rasa bersalah ataupun penyesalan. Bunga pernah bilang bahwa ia tidak akan menjadikannya pacar dan tidak akan menjadikan seseorang yang pernah dekat dengan sahabatnya sebagai pacar. Artinya, ia bahkan menjilat ludahnya sendiri. Bukan cuma kali ini Bunga membohongi Apipah, beberapa waktu yang lalu ia bahkan meyakinkan Apipah bahwa ia tidak akan membohongi Apipah lagi dan Apipah pun percaya padanya.

Tapi sudahlah. Bunga pun sudah bahagia dengan orang yang ia Apipahngi saat ini. Akan lebih sulit baginya untuk merusak kebahagiaan sahabatnya. Ia lebih memilih terluka demi orang lain, demi seorang sahabat, daripada melukai orang lain apalagi sahabatnya. Apipah hanya bisa memandanginya dari jauh. Dari jauh yang ia tidak ketahui. Apipah tidak membenci mereka, sumpah!! Apipah hanya ingin berdiam dulu. Suatu saat Apipah akan kembali dan saat itu sudah tidak ada lagi sakit hati. Apipah adalah cewek kuat.

Apipah akan mendapat yang terbaik. Terbaik. Apipah yakin itu.

Advertisements

2 comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s