STRESS: hadapi atau takut??

Pernah gak kamu merasa terlalu banyak tekanan atau beban di pundakmu?? Rasanya berat ‘n menyusahkan. Mulai dari tugas ngga beres, dosen rese, ujian ancur, sampe orang rumah pada marah-marah ngga jelas. Tenang aja, bukan Cuma kamu kok yang ngalamin..!! Semua orang justru pernah ngalamin, bahkan nih ya, ada masalah yang lebih berat dari itu. Diputuskan pacar, dikhianati teman, ato yang parah lagi nih, diusir keluar ma dosen. Nah, kalo udah gini, rasanya pengen ditelan bumi, ditiup angin badai, ato apalah istilahnya,

Yang kamu rasakan itu adalah stress. Stress adalah reaksi tubuh kamu terhadap apa yang sedang kamu pikirkan. Itu adalah cara tubuh untuk mengahadapi tekanan serupa di masa yang akan datang agar kamu tidak lagi merasa berat untuk menghadapinya kemudian.

Stress itu sendiri disebabkan oleh dua factor, yang pertama adalah factor emosional. Factor ini serupa dengan masalah yang di atas. Misalnya, tumpukan tugas, ujian yang ancur, dsb dst. Factor yang kedua adalah faktor fisik. Misalnya, terlalu ribut, polusi udara, ato suhu udara yang kelewat panas. Kejadian pemicu stress, disebut stressor.

Nah, tubuh kamu punya mekanisme unik dalam ngedepin stressor. Secara otomatis, otak akan mengaktifkan hypothalamic pituitary adrenal dan selanjutnya akan memicu sekresi hormone karsitol dan hormon katekolamin, serta system imunitas, mulut, serta metabolism.

  1. Sekresi hormone karsitol:

Mengkoordinasi seluruh system yang ada dalam tubuh, misalnya jantung, paru-paru, peredaran darah, metabolism tubuh, system imun, dan kulit agar bereaksi dengan stressor. Hal inilah yang menyebabkan denyut jantung semakin cepat, tekanan darah meningkat mendadak, sampe paru-paru pun mengambil oksigen lebih banyak. Bahkan peredaran darah pun bisa meningkat sampai 3-4 kali lipat. Karena itulah, kalo lagi stress kamu bakalan naik darah dan deg-degan.

  1. Sekresi hormone katekolamin:

Hormone katekolamin itu bahasa kerennya adrenalin. Hormone ini akan mengkoordinasi tanggapan emosional kamu terhadap stressor yang kamu hadapi saat ini dan akan menyimpannya sebagai ingatan jangka panjang kamu. Kemudian, ingatan itu akan dimunculkan kembali saat kamu sedang menghadapi stressor yang sama seperti yang kamu alami dulu. Katekolamin juga akan menekan bagian otak yang bertugas menyimpan ingatan jangka pendek dan pemikiran rasional. Nah, orang yang dilanda stress berkepanjangan alias depresi maka sangat sulit baginya untuk berpikir rasional dalam jangka waktu yang singkat dan otomatis ingatan jangka pendeknya terganggu.

  1. Sistem imunitas:

Sistem imun yang terdapat di beberapa bagian tubuh, misalnya di kulit, sumsum tulang, dan kelenjar limfa akan segera aktif untuk lebih waspada. Aliran darah di kulit juga akan dikurangi dan dialihkan ke organ lain yang lebih membutuhkan. Pada saat yang sama, kulit akan mengeluarkan keringat untuk mendinginkan badan.

  1. Mulut:

Mulut juga dapat bagian kalo lagi stress, mulut bakalan terasa kering dan pada tingkat ketegangan yang sangat tinggi, kata-kata akan hilang. Hal ini terjadi karena otot kerongkongan yang tegang dan akhirnya sulit untuk memproduksi bunyi kata-kata yang tepat.

  1. System metabolisme tubuh:

Biasanya kalo lagi stress, tiba-tiba ada yang langsung flu, langsung demam, atau bahkan ada yang muntah-muntah. Nah, penyakit itu bukan karena virus atau bakteri, tetapi dinamakan psychosomatic. Yaitu penyakit fisik yang ditimbulkan karena stress berlebihan yang disebabkan oleh berkurangnya vitamin B dan C. vitamin yang biasanya menjaga stabilitas tubuh kita ini, langsung terkuras karena memproduksi hormone adrenalin.

Advertisements

One comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s