Teori Liberalisme & Tokoh

Asumsi-asumsi Dasar
Kaum liberal percaya bahwa seluruh umat manusia adalah makhluk rasional. Rasionalitas bisa digunakan dalam 2 cara yang berbeda:
Dalam pengertian instrument, sebagai kemampuan untuk mengungkapkan pikiran dan mengejar kepentingan seseorang.
Kemampuan untuk memahami prinsip-prinsip moral dan hidup berdasarkan aturan hukum.
Kaum liberal menilai kebebasan individu di atas segalanya.
Liberalism berpandangan positif atau progresif tentang karakteristik manusia. Kaum liberalis percaya bahwa perubahan-perubahan positif dalam hubungan internasional merupakan hal yang sangat mungkin dicapai.
Kaum liberal menekankan kemungkinan bagi agensi manusia untuk mempengaruhi perubahan.
Dengan berbagai cara, liberalism menentang pembagian wilayah domestic dan internasional.
Liberalism merupakan doktrin yang universalis dan juga berkomitmen pada beberapa konsepsi tentang suatu komunitas umat manusia yang universal yang melampaui pengindentifikasian diri dan keanggotaan dari komunitas negara-bangsa.
Konsep kaum liberal tentang interdependensi dan masyarakat dunia menyatakan bahwa dalam dunia kontemporer batas-batas antar-negara menjadi lebih mudah ditembus
Tokoh: Francis Fukuyama
Sesuatu yang ironis, mungkin, yakni sebuah karya yang dinyatakan paling popular pada akhir Perang Dingin, The End of History and The Last Man karya Francis Fukuyama (1990-an) berisi banyak hal yang tidak asing dengan pemikiran Kant, Perpetual Peace. Fase dramatis Fukuyama ‘End of History’ tidak dimaksudkan untuk menyatakan secara tidak langsung bahwa kita menghadapi masa depan yang penuh dengan kehancuran. Sebaliknya, dalam istilah yang sederhana, Fukuyama berpendapat bahwa sejarah manusia telah digerakkan oleh konflik dan perjuangan terhadap sistem nilai dan berbagai usaha untuk mengatur masyarakat. Kekuatan penggerak di balik Perang Dingin merupakan perjuangan ideology antara Timur dan Barat, Komunisme dan Kapitalisme. Menurut Fukuyama, akhir dari Perang Dingin telah memperlihatkan hasil akhir dari kapitalisme Barat dan demokrasi Liberal. Nilai-nilai liberal kemudian, yang diterima luas di seluruh dunia, dan, sejak komunisme terlihat kehilangan kepercayaan, tidak ada lagi bentuk organisasi social, politik, dan ekonomi alternative lainnya yang dapat dipercaya. Tesis Fukuyama merupakan sebuah twist ironis atas visi Marx tentang komunisme sebagai bentuk organisasi manusia paling tinggi dan dengan demikian arah atau tujuan akhir dari sejarah manusia.

sumber:

Hubungan Internasional: Perspektif dan Tema, Jill Steans dan Llyod Pettiford

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s