Teori Kritis dalam Hubungan Internasional (Critical Theory)

Teori ini adalah sebuah tradisi pemikiran yang pada awalnya berkembang di Jerman melalui pemikiran-pemikiran yang dikenal sebagai Mahzab Frankfurt, atau Frankfurt School. Dalam studi hubungan internasional, teori kritis dikenal dengan teori hubungan internasional kritis, dan berkembang dengan pesat sejak kurang lebih seperempat abad yang lalu. Walaupun teori kritis sangat dipengaruhi oleh atau, bahkan berangkat dari Frankfurt School, teori hubungan internasional kritis telah berkembang dengan dinamika dan orientasinya sendiri serta dengan konteks yang sangat spesifik disiplin hubungan internasional.

Berikut adalah beberapa asumsi dasar pemikiran kritis:

–          ‘karakteristik manusia’ tidaklah tetap dan esensial, tetapi dibentuk oleh berbagai kondisi social yang ada pada periode waktu tertentu.

–          Seorang individu (subjek) bisa dikelompokkan ke dalam kelompok-kelompok tertentu yang, bisa dikatakan, memiliki kepentingan-kepentingan konkret.

–          Tidak ada yang disebut ‘fakta-fakta’ tentang dunia. Nilai-nilai kita memengaruhi berbagai penafsiran dan penjelasan kita mengenai dunia.

–          Pengetahua erat hubungannya dengan kepentingan dan emansipasi manusia.

–          Meskipun berbeda-beda –misalnya, ras, etnisitas, gender, kela – semua umat manusia sama-sama berupaya mencapai emansipasi. Jadi, teori kritis merupakan suatu doktrin orang-orang universalis.

Munculnya teori ini dikarenakan:

–          Kekecewaan terhadap situasi masyarakat pasca kapitalisme di Eropa. Tidak ada perkembangan ilmu pengetahuan setelah masa ini.

–          Kekecawaan terhadap ide Marxisme yang dibakukan menjadi komunisme yang dikuasai oleh partai komunisme (Lenin dan Stalin). Padahal seharusnya ilmu pengetahuan itu harus berkembang. Komunisme bergelut pada deterministic ekonomi dimana kaum komunis melihat segala sesuatunya berujung pangkal pada perekonomian tanpa melihat sudut, sisi, bidang, ataupun aspek lain, kemudian kapitalisme akan runtuh ketika buruh menang dan sosialisme akan datang.  Deterministic ekonomi inilah yang tidak diterima oleh teoritisi kritis seolah-olah filsafat, sosiologi, dan yang lainnya tidak penting.

Cirri-ciri teori kritis:

–          Tidak berurusan dengan prinsip umum.

–          Ide atau teori itu harus bersifat emansipatif tidak hanya menginterpretasikan, namun juga membebaskan atau mengubah situasi.

–          Selalu curiga, mencari dark side of another theory yang tidak diungkapkan oleh teori itu sendiri.

–          Menilai bahwa teori lain (liberalis, realis, dan lainnya) selalu mengandaikan bahwa kebenaran di luar sana bersifat absolute positivis.

–          Teori itu bukanlah sesuatu yang berada di luar kita, melainkan merupakan sebuah bagian dari hidup kita.

–          Ilmu dipengaruhi latar belakang maupun sejarah orang yang merekonstruksinya dimana ideology itu dibentuk oleh individu yang terbatas dalam memahami realitas dan amat terpengaruh oleh latar belakang dan lingkungannya.

–          Teori kritis hanya sebatas mengkritisi dan akhirnya terjebak menjadi mazhab yang dipahami dalam bentuk dogma atau status quo.

–          Teori kritis tidak memisahkan teori dan praktek. Ilmu tidak bisa bebas nilai. Teori harus bisa menjelaskan nilai, maksud, dan keberpihakannya.

–          Teori kritis mengatakan bahwa perkembangan ilmu pengetahuan harus lewat kritik. Bahwa pemikiran besar tidak pernah final, bisa mendekati kebenaran tapi tidak bisa menjadi kebenaran.

–          Teori kritis menganggap bahwa kaum positivis menggunakan akal untuk membentuk ilmu final, sedangkan teori kritis mengharuskan akal menjadi kritis.

–          Teori kritis yang mengkritik teori Marxis menyatakan bahwa manusia tidak seharusnya hanya hidup dalam satu dimensi saja, yaitu uang.

Teori Kritis dalam Hubungan Internasional:

–          Robert Cox: “theory is always for someone and has purpose” artinya teori itu selalu menguntungkan satu orang atau pihak saja dan tujuan-tujuan dibaliknya. Semisal, teori Liberalism yang menguntungkan Negara maju atau pengusaha saja dan pencetus teorinya.

–          Teori HI harus mampu mengubah struktur internasional yang ada. Misalnya, teori Realism yang menganggap bahwa anarchy ada di system internasional, harus memiliki cara untuk mengubah itu.

–          Tidak ada pemisahan antara subjek-objek. Teori harus menjadikan pencetusnya sebagai objek juga, bukan hanya menjadi subjek yang berada di luar kondisi yang dicetuskan dalam teori itu.

–          Tidak ada teori yang berlaku secara umum yang menggambarkan situasi secara keseluruhan dan mencakup semua aspek yang berlaku.

Kesulitan dalam memahami dan mengidentifikasi teori kritis sebenarnya tidak hanya dihadapi oleh mereka yang berada di luar teori ini. Secara internal, perbedaan pemahaman juga terjadi di antara para teoritisi kritis. Di satu sisi, mereka menolak dengan tegas pemahaman bahwa teori kritis merupakan teori yang catch-all, terminology paying, yang bisa memasukkan semua bentuk pemikiran yang tidak berangkat dari asumsi rasionalitas atau lebih spesifik lagi, yang berada di luar neoliberalisme dan neorealisme. Tidak semua pemikiran di luar pemikiran rasionalis bisa dimasukkan dalam kategori kritis. Dalam kategori ini, pemikiran-pemikiran yang berasal dari posmodernisme dan poststrukturalisme tidak dapat dimasukkan dalam kategori kritis karena teori kritis dapa dasarnya masih secara jelas memiliki karakter modern.

Dengan kata lain, teori kritis merupakan sebuah tradisi pemikiran yang bisa diidentifikasikan dengan pasti dan menawarkan agenda riset yang sangat spesifik dan jelas. Namun di sisi lain, terdapat pengakuan bahwa teori kritis merupakan sebuah kategori yang bukan hanya sangat luas namun juga sangat membingungkan, rancu, dan menimbulkan kesalah pahaman.

Dalam teori kritis, terdapat dua aliran utama yaitu aliran Frankfurt School dan aliran yang berkembang dari pemikiran Gramsci. Gramsci yang lebih menekankan teori-teori kritis dalam bidang ekonomi politik agak lebih mudah dipahami karena Gramsci menekankan pikirannya pada hubungan produksi dan pentingnya basis ekonomi. Dominasi yang dipahami oleh teoritisi-teoritisi lainnya digambarkan sebagai pola hubungan kekuasaan yang cenderung ditandai dengan paksaan dan ditopang dengan sarana (militer) sementara hegemoni menggambarkan pola kekuasaan yang lebih mengandalkan legitimasi sebagai kekuatan. Sedangkan Gramsci menilai ekspansi kapitalisme dan ekonomi pasar lebih menggambarkan pola kekuasaan hegemoni daripada dominasi.

Teori kritis tentunya mendapat kritis di samping kontribusinya. Teori kritis dinilai terlalu menekankan pada relativitas dan subjeknya yang dengan sederhana bisa kita pahami bahwa apapun bisa kita terima karena pada akhirnya interpretasi dan bukan fakta lah yang menentukan realitas dunia social. Menurut John Mearsheimer “there are no constants, no fixed meanings, no secure grounds, no profound secrets, no final structures or limits to history… there is only interpretation” (1994-1995: 41). Kecenderungan ke arah relativisme ini menyebabkan teori kritis tidak mampu menawarkan teori yang universal yang memiliki kemampuan eksplanasi ataupun menjadi panduan bagi para pembuat kebijakan. Teori kritis juga dinilai terlalu mengabaikan fungsi dan peran Negara namun di sisi lain terlalu memberikan perhatian yang terlalu besar pada ide atau pemikiran.

sumber:

Refleksi Teori Hubungan Internasional dari Tradisional ke Kontemporer, Asrudin & Mirza Jaka Suryana

Hubungan Internasional: Perspektif dan Tema,

Pengantar Studi Hubungan Internasional, Robert Jackson & George Sorensen

The Globalization of World Politics, John Baylis & Steve Smith

Mata Kuliah Teori Hubungan Internasional, Ashry Sallatu

Advertisements

3 comments

  1. agak bingung ktika ku harus meng-apply teori kritis ini di film blood diamond mengenai keterbatasan-keterbatasan nya, mbak……. 😦

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s