Ekonomi Politik Internasional Quiz I

1.       Apa yang Anda ketahui tentang Ekonomi Politik Internasional?

EPI adalah studi yang membahas mengenai ketertarikan atau pola hubungan fenomena pasar dan politik dalam lingkungan yang lebih luas yaitu dunia internasional. Ketika berbicara tentang EPI maka yang muncul adalah pola hubungan antara Negara dan pasar. Ada kompleksitas yang muncul ketika kita berbicara mengenai politik internasional dan ekonomi internasional. Sehingga, untuk memahami EPI lebih baik dan runut, ada 3 pendekatan yang digunakan yaitu teori merkantilisme, liberalism ekonomi, dan Marxism. Semua teori di atas memiliki pendekatan berbeda terhadap EPI sendiri. Merkantilisme lebih mirip dengan realism dalam memandang EPI dan liberalism ekonomi merupakan turunan dari liberalism itu sendiri. Sedangkan Marxism memiliki pandangan yang berbeda pula.

2.       Apakah persamaan antara liberalism dan neoliberalism?

Liberalism dan neoliberalism sama-sama mengurangi peran Negara. Negara dibatasi hanya sebagai lembaga birokrasi dan tidak ‘berhak’ mengurusi masalah ekonomi. Peran pemerintah hanya sebagai penyelenggara Negara dan sebagai pengatur masalah-masalah public. Ekonomi seharusnya diserahkan sepenuhnya kepada swasta. Negara tidak boleh mencampuri urusan yang berkenaan dengan ekonomi karena swasta yang memiliki kapabilitas lebih.

3.       Apa yang Anda ketahui tentang pasar bebas dan adakah satu Negara yang menerapkan konsep pasar bebas?

Pasar bebas adalah salah satu bentuk dari globalisasi ekonomi dimana barang atau jasa bebas diperdagangkan melintasi batas Negara. Pasar bebas atau pasar global saat ini telah mencapai tingkatan dimana setiap Negara tidak mampu menolak arus perdagangan bebas. Menurut kaum liberal, perekonomian pasar bebas akan memajukan pertumbuhan dan pembangunan karena dinilai bahwa pasar bebas adalah konsep perekonomian yang kuat bagi aspek produksi, distribusi, dan konsumsi. Jika ditanya, apakah ada Negara yang menerapkan konsep ini sepenuhnya? Jawabannya, tidak ada. Saat ini, dikatakan bahwa era perdagangan bebas dimana setiap orang bebas bersaing satu sama lain dan begitupun Negara, namun pada kenyataannya Negara-negara masih melindungi perekonomian nasionalnya dengan masih memberlakukan tax dan subsidi. Hal ini yang kemudian menjadi penghalang terjadinya pasar bebas yang sempurna. Sehingga, untuk menerapkan konsep pasar bebas, Negara harus berani menanggalkan tax dan subsidi bagi ekonomi nasionalnya terlepas apakah perekonomian nasionalnya mampu bertahan atau tidak.

4.       Manakah yang lebih ideal antara free trade dan fair trade untuk diterapkan dalam satu blok perdagangan?

Menurut saya, yang cocok diterapkan dalam adalah fair trade. Hal ini dilandaskan pada kenyataan yang ada saat ini. Free trade telah menggusur sekelompok besar rakyat kurang mampu di belahan dunia ketiga. Menurut kaum Neo-Marxis, free trade hanya akan membentuk pemusatan kekuatan ekonomi pada Negara-negara industry atau pemilik modal. Sehingga, istilah keterbelakangan akan muncul untuk Negara-negara yang tidak mampu bersaing alias tersingkir dari globalisasi ekonomi ini. Pada akhirnya, free trade dinilai sebagai konsep yang tidak seimbang dan sangat hirarkis. Jadi, konsep yang tepat untuk diterapkan dalam blok-blok perdangangan adalah konsep fair trade yang diharapkan mampu mencakup serta melindungi semua perekonomian baik atas, menengah, dan bawah.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s