The Brookings Institution, Foresight Africa: The Continent Greatest Challenges and Opportunities For 2011

                                  1          Ezra S. Suruma, Conflicts and Prospects For Economic Growth

Salah satu syarat mutlak dalam pembangunan dan pertumbuhan ekonomi yang kuat adalah resolusi konflik yang terjadi di Afrika. Banyak negara di Afrika tenggelam dalam konflik internal maupun dengan negara tetangganya yang dikarenakan ketidak percayaan antar etnis, diskriminasi agama, korupsi, ketidak adilan, dan pemerintah yang buruk. Dalam beberapa kasus, ada keinginan dari kelompok tertentu untuk menguasai sumber daya alam misalnya. Sedang dalam kasus lain, adanya kekuatan eksternal yang masuk ke tengah-tengah politik negaa-negara Afrika dimana mereka berharap mampu mempengaruhi pemerintahan untuk kepentingan mereka sendiri.

Di Benua Afrika, ada negara yang hidup dalam kedamaian yang sebenarnya seperti Botswanna, dan ada negara yang penuh dengan konflik seperti Somalia. Ada pula negara yang berada ditengah-tengahnya, tidak sepenuhnya bergelut dalam konflik dan tidak juga hidup dalam kedamaian, seperti Cote d’Ivoire, Sudan, dan Kongo dimana di negara-negara tersebut ditempatkan pasukan perdamaian untuk membantu menyelesaikan konflik internal mereka.

Di Afrika Selatan dan Madagascar, ekonomi bertumbuh cukup bagus. Tingginya derajat stabilitas bisa dibangun, namun percikan konflik dan kekerasan masih juga belum terselesaikan.

Resolusi konflik di Afrika menghendaki pemerintahan yang handal dalam mengadaptasi ‘rumus’ yang cocok dengan kondisi terkini di negara-negara Afrika ini. Sebagai contoh, adaptasi partai politik ‘broad-based’ di Uganda yang berusaha untuk mewadahi semua suku dan agama telah membantu Uganda untuk menikmati pertumbuhan ekonomi dan stabilitas keamanan yang relative dibandingkan 25 tahun lalu. Sedangkan di Burundi, setiap suku dijamin sebuah proporsi spesifik untuk duduk sebagai perwakilan dalam badan eksekutif dan parlemen.

Afrika membutuhkan kepemimpinan yang kreatif yang melihat di balik ‘winner takes all’ dan merancang susunan yang akomodatif untuk memasukkan perwakilan dari semua suku dan agama. Penyelesaian konflik Afrika tidak semata-mata hanya tertuju pada perbaikan prosedur pemilihan saja. Tapi lebih kepada bagaimana memastikan rancangan konstitusi dapat diterima di semua kalangan suku dan agama dalam struktur pemerintahan. Resolusi konflik dan pewujudan kehidupan bersama yang harmonis di masyarakat Afrika diharapkan mampu memberi keadilan untuk semua. Pencapaian angka pertumbuhan ekonomi yang tinggi akan didapatkan Afrika jika perdamaian dapat dijaga.

                                  2          Emmanuel Azmah dan Mwangi S. Kimenyi, Climate Change and Africa’s Economic Performance

Sebagian besar masyarakat di negara-negara Afrika bergantung pada agrikultur tradisional. Dalam GDP, sector agrikultur telah menyumbang sebanyak 30 persen dan mempekerjakan sekitar 70 persen buruh di Afrika. Dengan demikian, sector ini sangat penting dalam pertumbuhan ekonomi dan keamanan pangan. Sayangnya, ada satu factor penting yang sangat mempengaruhi agrikultur di Afrika, yaitu angin. Angin telah menyebabkan kegagalan panen di beberapa negara di Afrika seperti Horn Of Africa, Afrika Timur, dan Afrika tengah. Walapun angin tidak begitu sering muncul, tetapi frekuensi hujan sangatlah sedikit sehingga berpengaruh pada hasil panen yang sedikit. Belum lagi dengan kekeringan dan kekurangan air bersih, digabungkan dengan factor-faktor di atas, maka kelaparan jutaan orang dan kematian ribuan hewan liar merupakan hasil langsung dari kondisi cuaca yang tidak baik.

Kebanyakan, agrikultur di Afrika bergantung pada hujan dan berdampak secara keseluruhan pada hasil produksi dan ketahanan pangan. Secara umum, perubahan iklim tengah mengancam produksi agrikultur Afrika. Permasalahan ini semakin meruncing karena kebanyakan pemerintahan di Afrika belum siap untuk menghadapi ini. Di tahun 2011, pola cuaca khususnya angin menjadi factor yang menghambat pertumbuhan ekonomi Afrika.

Dalam jangka pendek, negara-negara Afrika dapat mengurangi dampak yang ditimbulkan oleh angin dengan cara menanam varietas yang resisten terhadap angin. Akan tetapi, kebanyakan negara di Afrika tidak mengembangkan teknologi pasca panen. Selama musim penghujan, kelebihan hasil panen biasanya dibuang atau dijual murah karena tidak adanya tempat penyimpanan dan pemrosesan hasil panen menjadi barang yang lebih tahan lama seperti pengolahan tepung, susu bubuk. Tentunya, aplikasi teknologi semacam ini akan membantu mengurangi dampak langsung di bidang agrikultur oleh perubahan iklim.

Jelasnya, agrikultur tadah hujan tidak lagi bisa menghidupi semua populasi atau menjadi sumber pertumbuhan ekonomi. Seharusnya, dalam jangka panjang, pemerintah di negara-negara Afrika harus menginvestasikan infrastruktur pengairan dan teknologi pengolahan air seperti pengairan umum, konstruksi dam, dan penadahan hujan. Namun, kebanyakan proyek pengairan yang dibangun sebelum dan setelah kemerdekaan dilalaikan dan kemudian tidak dipakai lagi. Seharusnya, negara-negara Afrika berkolaborasi dengan negara lain yang telah ahli di bidang teknologi yang sesuai dalam mencegah pengaruh buruk perubahan iklim.

Di pihak lain, petani harus disediakan insentif untuk mengambil bagian dalam proyek agro-forestry untuk mengurangi emisi karbon. Capacity building, pendidikan, pelatihan, dan kesadaran public terhadap perubahan iklim harus diprioritaskan dan dikoordinasikan. Strategi seperti ini akan sangat penting dalam mengurangi resiko yang ditimbulkan oleh perubahan iklim di wilayah Afrika.

                                  3          Olumide Taiwo, Improving Aid Effectiveness For Africa’s Economic Growth

Resesi global telah berdampak pula terhadap perekonomian Afrika secara umum. Hal ini dikarenakan pembekuan bantuan asing yang dipotong dari anggaran masing-masing pendonor. Bahkan dukungan pendonor dalam proyek pembangunan kemungkinan besar akan dipotong tahun depan. Artinya, Afrika akan menghadapi jurang financial yang lebih lebar dimana ini akan berdampak pada perekonomian mereka tahun 2011 dan kedepannya.

Bagi negara Afrika, untuk memperbaiki prospek perkembangan dan mencapai hasil pertumbuhan jangka panjang kedua pihak baik pendonor maupun penerima harus memastikan bahwa setiap dollar dari bantuan pembangunan digunakan dengan efektif.

  • Peran Pendonor

Pendonor harus membiarkan negara penerima menentukan prioritas dan pogram pembangunan mereka sendiri sementara pendonor harus membantu negara penerima dalam mencapai prioritas tersebut. Dengan semakin banyaknya pekerja sipil yang cukup berpendidikan dan terlatih, pendonor bisa yakin bahwa pekerja sipil kapabel dalam mengimplementasikan proyek dan program bantuan pembangunan.

Pendonor juga harus mendukung usaha penguatan sistem statistik negara penerima. Kelemahan dari sistem statistic yang tidak terlalu berfungsi menjadi masalah serius yang dihadapi negara-negara Afrika dalam usaha pembangunannya. Kebanyakan kebijakan dan program domestic yang kedengarannya bagus secara teori namun pengaplikasian yang tidak baik terjadi karena mereka tidak sepenuhnya berdasar pada data pengukuran yang sesuai di lapangan.

  • Peran Pemerintah negara-negara Afrika

Pemerintah negara-negara Afrika juga memainkan peran yang sangat penting dalam menciptkan efektifitas bantuan asing. Pemerintah harus menciptakan kebijakan perang melawan korupsi yang telah mendarah daging di Afrika kebanyakan. Pemerintah Afrika harus membuat regulasi atau badan yang bertugas menangkal korupsi.

Sebagai bukti bahwa pemerintah Afrika serius dalam menghadapi korupsi, mereka harus memastikan bahwa aliran dana bantuan tidak dihabiskan untuk hal-hal yang tidak perlu oleh NGO. Misalnya, memastikan bahwa bantuan asing yang dikelola oleh NGO tidak ada unsur bisnis dan keuntungan di dalamnya.

Aliran bantuan asing bisa berdampak substansial terhadap pertumbuhan ekonomi dan pengembangan SDM di Afrika pada tahun 2011 dan kedepannya. Namun, manfaatnya akan terasa jika bantuan itu digunakan dengan efektif dan negara penerima bisa meningkatkan pendanaan proyek internalnya sebagai hasil nyata bantuan tersebut. Negara-negara Afrika telah mengambil pelajaran penting selama resesi global, bahwa negara mereka tidak akan selamanya didanai oleh asing. Sehingga mereka harus mengupayakan tindakan untuk meminimalkan ketergantungan tehadap bantuan asing di masa akan datang.

Hal ini memaksa pemerintah Afrika untuk menguatkan kapabilitas pendapatan internal mereka dan menciptakan kebijakan yang dapat membantu meningkatkan tingkatan tabungan nasional mereka. Sehingga, mereka mampu meningkatkan ‘down-payment’ proyek yang sedang berlangsung dan didukung oleh bantuan asing sehingga jurang financial akan tertutup.

                                  4          Ernest Aryeetey dan Emmanuel Asmah, Africa’s New Oil Economies: Managing Expectations

Penemuan deposit gas dan minyak di beberapa negara Afrika baru-baru ini seperti Ghana, Ethiopia, Sierra Leone, Sao Tome and Principe, dan Uganda memberikan kesempatan baru untuk pertumbuhan ekonomi yang kuat dan arah pembangunan untuk mengurangi angka kemiskinan. Ghana dan Uganda adalah negara yang paling banyak menyita perhatian. Di Jubilee, sekitar 60 km dari pulau utama, diperkirakan bisa menyediakan 1,8 juta barrel minyak dan gas. Ladang ini akan beroperasi secara komersial pada bulan Desember 2010 nanti dengan hasil produksi 55.000-120.000 barrel per hari selama 6 bulan pertama. Sedangkan di Uganda, diperkirakan bisa menyediakan 2 juta barrel dan akan beroperasi tahun 2013 nanti.

Nigeria sendiri menyimpan 30 juta barrel minyak dan gas. Sedangkan Angola juga menyimpan 12 juta barrel. Angka yang cukup fantastis yang diharapkan mampu meningkatkan taraf hidup penduduknya. Penemuan baru ini diharapkan akan digunakan untuk pembangunan infrastruktur, sosial, dan ekonomi di negara-negara Afrika. Penemuan ini juga menjadi harapan baru yang dapat melepas ketergantungan terhadap negara pendonor.

Di pihak lain, sumber daya ini (minyak, gas, dan mineral) dikhawatirkan akan menjadi pemicu munculnya konflik-konflik klasik. Hal ini dikarenakan beberapa negara-negara Afrika lainnya membuktikan bahwa sumber daya bisa menyebabkan tingginya angka kemiskinan, institusi pemerintahan yang lemah, korupsi, dan konflik-konflik internal.

Sehingga, harapan-harapan ini harus dikelola agar tidak menimbulkan dampak negative. Hal itu bisa terwujud melalui cara-cara di bawah ini:

  • Meningkatkan kualitas institusi dan penegasan transparansi dan akuntabilitas akan hasil sumber daya. Transparansi yang dimaksud meliputi alokasi hak-hak memperoleh akses mineral, pembagian hasil, dan bagaimana hasil itu dihabiskan dengan efektif.
  • Menyediakan akses informasi untuk semua pemangku kepentingan seperti penduduk lokal, organisasi masyarakat sipil, masyarakat luar, pemerintah nasional dan lokal, parlemen, perusahaan minyak, sector privat, dan komunitas bisnis.
  • Menguatkan kemampuan sistem legal, auditor pemerintah, komisi parlemen, dan masyarakat sipil untuk mengatur sector dan memantau aktifitas di lapangan.
  • Menciptakan strategi pembangunan nasional jangka panjang dengan consensus yang luas sehingga mencegah keputusan investasi yang salah, pemborosan dan penyalahgunaan hasil produksi yang akan berdampak pada ekonomi negara.
  • Merancang dan mengimplementasikan kebijakan dengan sah.
  • Menganggarkan hasil produksi dibidang pendidikan, kesehatan, dan perkembangan infrastruktur.
  • Membatasi produksi mengingat bahwa sumber daya ini tidak dapat diperbaharui dengan tujuan menghindari kelebihan penggunaan dari sumber daya ini.

Sangat penting untuk memiliki kepemimpinan politik yang kuat dan parter negara-negara berkembang lainnya untuk mendukung terciptanya proses kerjasama yang baik. Extractive Industries Tranparency Initiative dan IMF’s multi-donor Tropical Trusted Fund on Managing Natural Resources Wealth adalah badan yang didirikan untuk mendukung negara-negara pemilik sumber daya alam yang akan dikembangkan. Juga, pemerintah negara-negara Afrika selayaknya mengambil langkah nyata untuk memastikan bahwa peningkatan interaksi mereka dengan kekuatan ekonomi akan berdampak baik pada perluasan ekonomi, transfer teknologi, dan edukasi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s