SENI MEDIASI, ARBITRASI, DAN RESOLUSI KONFLIK

  1. Seni Mediasi

Setiap persoalan yang dirasa semakin buntu biasanya dimajukan di pengadilan. Namun, belakangan ini proses mediasi dianggap adalah jalan yang paling bagus karena keputusan yang muncul bisa jadi win-win solution bagi kedua belah pihak. Belum lagi peranan mediator yang tidak memiliki kewenangan memutuskan siapa yang benar dan siapa yang salah. Mediator ada karena kemampuannya memudahkan munculnya solusi bagi kedua belah pihak sebagai pihak yang netral.

Mediator biasanya lebih paham permasalahan yang dihadapi dibandingkan dengan hakim pengadilan. Pemilihan mediator juga didasarkan pada keahlian yang dimilikinya dalam kasus tersebut. Misalnya, spesialis pekerja akan menangani masalah perburuhan. Bahkan, mediator harus mampu menyimpan rahasia mengenai penyelesaian kasus tertentu jika keterbukaan akan menyebabkan kesalahan yang lebih fatal. Sehingga, yang dipertahankan di akhir adalah keputusan. Mengenai detail penyelesaian tidak akan dipublish jika dirasa tidak perlu.

Posisi seorang mediator yang netral adalah hal yang harus dipenuhi. Seorang mediator bisa mendengarkan lebih baik dibandingkan pihak berkonflik karena ia tidak harus menyaring informasi. Hal ini didasari tidak ada pertaruhan yang dilakukan oleh mediator dalam menyelesaikan konflik. Di sisi lain, mediator juga bisa membujuk pihak berkonflik lebih baik karena disadari bahwa posisi mediator tidak memiliki tendensi apa-apa dan tidak ada keuntungan yang didapat kecuali saat konflik yang diselesaikannya berhasil.

Jika ternyata mediator mengenal salah satu pihak berkonflik, bisa jadi ia dinilai tidak netral. Kondisi seperti ini harus disampaikan ke kedua belah pihak, jika tidak ada keberatan, maka ia bisa melanjutkan mediasi. Akhirnya, kesepakatan yang nantinya akan diraih jauh dari kecurigaan akan keberpihakan mediator.

Seorang mediator harus memiliki hal-hal berikut ini:

  • Posisi netral.
  • Mengerti dengan baik mengenai topik negosiasi.
  • Memiliki pengalaman positif dalam melakukan mediasi untuk masalah yang mirip.
  • Menggunakan proses yang terbukti berhasil.

Mediator tidak diperbolehkan bertemu dengan salah satu atau kedua pihak terpisah sebelum pertemuan bersama. Kesan yang timbul bisa saja mediator tidak lagi netral. Mediasi itu sendiri adalah kesediaan berkompromi dengan bantuan seseorang atau lebih. Penekanan mengenai flexible kedua pihak dianggap perlu untuk menghindari terjadinya deadlock yang memperlambat munculnya kesepakatan antara kedua belah pihak.

Seorang mediator juga harus mampu menjelaskan proses pertemuan mereka yang akan berhasil jika kedua pihak mau menuruti proses tersebut. Mediator dan kedua pihak akan saling berkomunikasi dan memastikan kedua pihak tidak menggunakan otoritas yang mereka miliki untuk menekan pihak lawan. Di lain sisi, mediator harus memiliki dokumen resmi mengenai posisi kedua belah pihak dalam perseteruan. Dokumen itu harus sesuai dengan criteria yang telah ditentukan oleh mediator dan tidak boleh banyak dokumen pendukung. Dokumen tersebut berisi pertanyaan:

  • Bagaimana perselisihan tersebut terjadi?
  • Isu-isu apa yang ingin dipecahkan?
  • Bagaimana mereka telah dirugikan oleh perselisihan tersebut?
  • Penyelesaian apa yang mereka inginkan?

Ketika mediator telah menerima dokumen lengkap mengenai detil permasalahan, maka secepatnya mediasi harus dilakukan. Untuk tahap pertama, sebaiknya dilakukan di tempat yang dinilai netral. Adapun penekanan yang harus dilakukan oleh mediator adalah:

  • Latar belakangnya dalam perselisihan semacam itu dan catatan keberhasilannya sebagai seorang mediator.
  • Bahwa ia bukanlah arbitrator atau hakim dan kedua belah pihak tidak memberinya kuasa untuk menekankan penyelesaian.
  • Bahwa mereka berada dalam mediasi tidak untuk meyakinkan mediator atau pihak lain bahwa mereka benar atau salah.
  • Mereka berada dalam mediasi untuk mendiskusikan posisi mereka dengan harapan mereka dapat mencapai kompromi yang memuaskan kedua belah pihak.

Ketika pertemuan telah dilakukan, maka ada hal yang harus dicapai pada pertemuan perdana tersebut. Hal tersebut adalah:

  • Setiap pihak memahami pokok permasalahan yang membawa mereka dalam sengketa.
  • Tiap pihak mengetahui apa yang dituntut oleh pihak lawan.
  • Mediator menekankan pada pentingnya pemusatan diri terhadap fakta bukan pada emosi.
  • Mediator berempati secara adil kepada kedua belah pihak.
  • Kedua belah pihak menyadari pentingnya proses mediasi yang berjalan dengan harapan penyelesaian akan tercapai.

Mediator yang netral harus mampu mengontrol situasi dalam pertemuan yang sedang berlangsung dan menekankan kembali bagaimana kedua pihak harus menghormati proses mediasi yang sedang berlangsung. Mediator harus melakukan hal-hal berikut:

  • Membuat mereka berbicara satu sama lain.
  • Membuat mereka setuju untuk berkompromi.
  • Memperbolehkan mereka melampiaskan rasa permusuhan atau kemarahan namun tetap pada koridor yang terkontrol.
  • Membuat mereka lebih terpusat pada isunya daripada kepribadian dan emosi.
  • Membuat mereka percaya akan kemampuan mediator dalam mengarahkan mereka ke sebuah penyelesaian.
  • Meyakinkan mereka bahwa proses mediasi memiliki arti dan akan berhasil.
  • Membuat mereka terfokus pada kepentingan yang saling menguntungkan daripada terfokus pada posisi mereka yang bertentangan.
  • Menyuruh mereka membuat tawaran penyelesaian awal.
  • Membuat para pihak percaya bahwa pihak lawan akan mematuhi kesepakatan yang dicapai.

  1. Seni Arbitrasi

Arbitrator mirip dengan mediator namun bedanya ada pada hasil yang akan dicapai. Dengan adanya arbitrator, pihak yang berkonflik akan ada yang menang dan kalah. Artinya, solusi yang dihasilkan bisa saja win-lost solution tergantung bagaimana kasus yang dihadapi. Arbitrator yang terlibat bisa saja tiga orang jika kondisi yang terjadi sebagai berikut:

  • Kedua belah pihak tidak setuju pada arbitrator yang mereka percaya dan hormati. Jika hal ini terjadi, masing-masing pihak akan menunjuk seorang arbitrator dan kedua arbitrator terpilih akan menunjuk arbitrator ketiga.
  • Sengketa yang dihadapi sangat rumit dimana dibutuhkan beberapa arbitrator dari beberapa bidang keahlian.
  • Saat seseorang memiliki arbitrator lebih dari satu, maka jumlahnya haruslah ganjil untuk menghindari deadlock dan mereka sendiri yang memilih ketua arbitrator.

Arbitrator harus netral, terlihat netral, dan diterima sebagai netral oleh penuntut, yang dituntut, dan siapapun yang terlibat. Keputusan yang diambil kemudian tidak dipungkiri akan memenangkan salah satu pihak dan pihak yang kalah bisa saja mengajukan banding atas keputusan ini.

Seorang arbitrator bisa menjadi seorang mediator jika kedua pihak bersepakat untuk mencari win-win solution di pertemuan-pertemuan bersama. Namun, jika kedua pihak tidak mengutarakan maksud itu maka bisa dipastikan keputusan yang terbentuk adalah keputusan win-lost solution dalam sengketa ini.

Jika arbitrator telah membuat keputusan, pihak yang menang akan membawa keputusan tersebut ke pengadilan dan mensahkan keputusan itu. Pengadilan bisa saja menyanggah keputusan tersebut jika ada tindakan-tindakan yang dinilai tidak wajar yang dilakukan oleh seorang arbitrator. Jika itu ditindak lanjuti, maka satu-satunya cara adalah membuktikan keberpihakan arbitrator ke salah satu pihak. Sehingga, sangat penting bagi seorang arbitrator untuk bersikap netral dan dianggap netral bagi semua pihak yang bersengketa agar tidak ada kasus baru setelah dibuat keputusan.

  1. Seni Resolusi Konflik

Ketika berbicara mengenai konflik, maka seseorang bisa menjadi negosiator dalam menyelesaikan kasus ini. Salah satu teman terbaik seorang negosiator adalah waktu. Seorang negosiator harus bersikap tegas dan tenang. Dalam buku ini banyak dijelaskan kondisi dimana seorang negosiator harus bisa mengatasi keadaan yang terjepit.

Negosiator berbeda dengan mediator dan arbitrator dimana negosiator akan berupaya dengan jalan apapun untuk menyampaikan maksudnya. Maksud yang ingin ia sampaikan sebisa mungkin dan seharus mungkin dia usahakan untuk diterima oleh pihak lawan sehingga kemenangan ada di pihaknya.

Masing-masing negosiator harus mampu menjelaskan maksud dan solusi yang dia inginkan. Akan lebih bagus, jika ia menawarkan win-win solution dan akhirnya ia akan menang sama seperti pihak lawan yang tidak mempersulit kondisi yang sedang berlangsung.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s