Elegi Tiga Hati

Kembalilah!
Kusaksikan dirimu pergi perlahan. Ya, aku dahulu melepaskanmu dan itu kusesali sekarang. Untuk kesekian kalinya, aku punya alasan untuk menangis. Bukan karena perpisahan kita, tapi karena kebodohanku. Kau pergi karena sikapku. Karena diriku yang tidak menyadari betapa dirimu berarti.
Saat ini, aku ingin mengulang semuanya. Kumohon, maafkan aku. Ingin kuteriakkan betapa aku sangat menyesal. Menyesal. Menyesal. Kusadari ini saat lukamu telah disembuhkan olehnya. Seseorang yang tidak kukenal. Shit! Separah itukah luka yang kutorehkan padamu? Sampai kau tidak bisa menyembuhkannya sendiri? Maafkan aku. Maafkan aku.
Apapun akan kulakukan untuk mendapat maafmu. Kuakui ini semua salahku. Kusesali semua kebodohanku. Tapi, berikan aku kesempatan untuk berada di sisimu kembali. Jangan biarkan dia mengambil tempatku di hatimu! Kumohon!
Sayangku, berilah kesempatan terakhir untukku perjuangkan cinta ini! Seandainya kau tahu betapa kusesali semua kebodohanku ini. Shit! Apapun yang kau inginkan, akan kuberikan. Maaf karena keterlambatanku ini. Berilah aku sedikit waktu lagi. Kumohon!
Akan kuberikan semua yang kau mau. Apapun itu. Kau ingin kemana, akan kubawa. Semua yang dahulu kau inginkan, akan kuwujudkan sekarang. Mintalah padaku! Jangan biarkan hidupku hancur! Jangan biarkan aku gila! Tolong, kembalilah padaku! Aku tidak bisa lagi hidup tanpamu. Sebentar lagi aku akan gila. Tolong!
Jika tidak, bunuh saja aku!

Dengan segala sesal,
Andi

This is how our story ends
Bukan aku tidak ingin memberimu kesempatan lagi. Tapi, luka yang telah kau iris terasa begitu dalam dan perih. Bahkan, untuk menyembuhkannya aku butuh waktu yang cukup lama. Luka itu masih terasa, kau tahu? Bukan dia yang menyembuhkanku. Diriku. Hanya diriku. Tapi, dia datang di saat perasaanku sudah luntur padamu. Luntur karena keegoisanmu. Rasa sakit ini mengalahkan sayang yang selama ini kita jaga.
Jangan salahkan dia! Dia tidak tahu apa-apa tentang kita. Kau datang di saat dia sudah mengisi hari-hariku. Di saat perasaanku mulai mekar untuknya. Dan kau menyalahkannya. Sekali lagi, kau salah. Perasaan di hatiku bukan lagi untukmu tetapi untuknya. Untuk seseorang yang menjadi matahari setelah hujan yang kau buat.
Kau menyesal? Oh, jangan mencoba menggali perasaan yang telah kukubur itu! Jangan membuatku merasa bersalah dan kasihan padamu! Dimana dirimu berada saat aku mencoba mengobati luka hatiku ini? Dimana? Apakah dirimu butuh waktu selama itu untuk berpikir bahwa memang dirimu yang salah? Dimana dirimu saat airmata dan kesedihan menjadi temanku setiap hari? Dan, boom! Kau datang di saat senyum telah berhasil kusimpulkan di wajahku. Di saat kau tahu ada seseorang yang mencoba mengetuk pintu hatiku dan aku akan membukakannya.
Sudahlah. Ingat diriku sebagai masa lalumu. Just let me go and you will find other!

With rest of my love,
Anita

Izinkan aku mengisi hatimu!
Kuingat ceria dirimu saat dulu kita sering berjumpa. Betapa ingin kumiliki senyum itu hanya untuk diriku. Hahahaha. Aku tahu kau sudah ada yang punya. Oh, how lucky he is? I just want to be the man in your side and I know it couldn’t happen. So, I’m waiting.
Hari berganti, bulan berganti. Kita tidak lagi pernah bertemu. Seseorang juga telah mengisi hatiku dan sekali lagi aku dikhianati. How pity I am? Kucoba sekali lagi membangun hubungan ini walaupun sedikit rasa sakit. Namun tidak berhasil. Aku hanya bisa menghela napas.
Lalu, kulihat dirimu di jejaring sosial. Hi! Apa kabar? Kutanyakan itu padamu. Kau pun mulai menjawab. Dan, akhirnya kita berteman lagi. Buruk bagiku, karena perasaan yang telah kututupi kini tidak terbendung lagi. Sedikit rasa takut, kau akan menjauhiku. Namun, aku lelaki dan kuberanikan diriku menemui ‘cinta’ terpendamku.
Sebelum kuutarakan maksudku, aku tahu kini kau tak lagi bersamanya. Ada pertanyaan: apakah aku terlalu cepat? Masih adakah perasaanmu untuknya? Akankah kau luluh dengannya? Menerimanya kembali dan menjalin kisah kalian? Karena ku tahu dirimu lama dengannya. Tapi, pertanyaan itu sirna. Dirimu terlalu berharga untuk kulepas lagi. Dan aku tidak ingin menjadi manusia bodoh. Saat ini, hanya dirimu yang ada di kepalaku. Kapanpun.
Kucoba untuk membantumu tersenyum. Kusadari dirimu tegar dan aku semakin menyukaimu. Seakan ingin kurobek jarak yang terbentang ini hanya untuk menatapmu tersenyum. Kutahu akan ada yang kecewa: aku atau dia. Tentu saja aku berharap bukan diriku. Ya, aku akan datang menemuimu. Tunggu aku! Tunggu aku dengan cintaku!

Dengan cinta,
Ari

Kisah ini terinspirasi dari kisah nyata. Tentang perasaan yang setiap orang punya persepsi masing-masing. You know that so well, we called it love. Oh, what a story! Nama disamarkan, ciehhh, sok misterius. Emang sih, mau gimana lagi? Kisah ini bukan kisah si empunya blog jadi rada-rada gak enak sebutin nama asli. Ceritanya, tiap karakter akan dinarasikan. Jadi, akan ada tiga narasi. Akan ada cerita tiga hati di sini. Hehehe. Just enjoy it! I hope you all like it and leave me a comment please! My friends need it and you may help by leave it. Thank a bunch. This is not the end, they still fight for what they belong. Thanks for read. 🙂

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s