Federalisme Amerika Serikat

Dalam konstitusi Amerika, federalism adalah sebuah isu utama. Bahkan hubungan antara bangsa (nation, negara federal) dan negara (state, negara bagian) telah menjadi isu utama sejak The Constitution ditulis pada tahun 1787. System politik Amerika adalah system federal dimana otoritas konstitusi dibagi antara negara federal dengan negara bagian yang diasumsikan untuk memperoleh kekuasaannya langsung dari rakyatnya dan juga untuk memiliki kedaulatan (otoritas akhir) mengenai pertanggung jawaban kebijakan yang ditunjuk untuk hal tersebut. System federal terdiri atas negara federal dan negara bagian.
Pada dasarnya, system federal Amerika adalah system untuk pembagian kekuasaan antara kedaulatan nasional dan pemerintahan negara bagian. System ini memberi kekuasaan bagi negara-negara bagian untuk menyelesaikan persoalan lokalnya karena dianggap bahwa setiap negara bagian memiliki kepentingan yang berbeda. Pemerintahan federal mengatur masalah pertahanan negara, mata uang, kantor pos, hubungan luar negeri, dan perdagangan antar negara bagian. Sedangkan negara bagian mengatur masalah pendidikan, keamanan public, registrasi dan pemilihan, perdagangan antar negara bagian, dan perjanjian pemerintahan lokal. Di lain sisi, ada beberapa hal dimana pemerintah nasional dan pemerintah negara bagian mengambil peran yang sama yaitu: utang piutang, perpajakan, perlindungan hukum, bank Charter, dan transportasi. Dalam prakteknya, sering terjadi ‘overlap’ antara pemerintah nasional dan pemerintah negara bagian namun tetap ada pembagian pertanggung jawaban.
Federalism tidak mempunyai dasar yang jelas seperti keputusan-keputusan lain dalam Konvensi Philadelphia. Federalism adalah keperluan praktis, dimana ada kebutuhan untuk menjadikan pemerintahan yang ada lebih kuat. Federalism akan mellindungi ‘liberty’ dan melunakkan kekuasaan pemerintah serta menyediakan fundasi untuk pemerintahan nasional yang lebih kuat. Salah satu keunggulan system ini adalah fakta bahwa pemerintahan negara bagian akan lebih mengetahui apa kebutuhan rakyatnya dan lebih peduli untuk kepentingan mereka.
Dibawah The Articles, Kongres telah diberikan tanggung jawab untuk pertahanan nasional tapi tidak diberikan kekuasaan untuk menetapkan pajak. Selama 5 tahun pertama, Kongres meminta 12 juta USD, namun yang diterima hanya 3 juta USD. Sehingga, pemerintah nasional terpaksa menjual kapal angkatan lautnya. Ini dilakukan pada saat Inggris menduduki Kanada dan Florida. Hal ini tentu tidak sejalan dan bahkan terkesan melemahkan pertahanan.
Kemudian, Article no. 1 memberi 17 kekuasaan untuk kongres. Kekuasaan kongres untuk mengatur perdagangan antar negara bagian, menciptakan perekonomian nasional, dan untuk meminjam uang, akan menciptakan perekonomian nasional yang baik. Kekuasaan untuk menetapkan pajak, dikombinasikan dengan aotoritas untuk mengumumkan perang dan membangun tentara dan angkatan laut, akan membantu untuk menyelenggarakan pertahanan nasional. Article no. 1 melarang negara bagian untuk membuat perjanjian dengan bangsa lain, membagun tentara sendiri, mengumumkan perang, mencetak uang, atau membuat perjanjian komersil dengan negara bagian lain tanpa persetujuan Kongres. Hal ini akan mentaktisi jika ada negara bagian yang ikut mencampuri pemerintahan nasional dalam kekuasaannya.
Otoritas yang diberikan untuk Kongres dalam Article no. 1 Section B, untuk menjadikan semua hukum dibutuhkan dan layak untuk implementasi dari 17 kekuasaan yang diberikan pada pemerintahan nasional. Kemudian, ada juga otoritas untuk mengambil tindakan yang tidak diatur dalam Konstitusi namun tindakan tersebut mendukung apa yang diatur dalam Konstitusi.
Tidak mengejutkan jika federalism menjadi system yang berkelanjutan dan dinamis dimana perkembangannya lebih banyak ditentukan oleh kepentingan negara yang berubah-ubah dibandingkan oleh bahasa konsitusi.
Perdebatan pertama setelah munculnya federalism adalah ketika Kongres memberi izin untuk mendirikan Bank of United States. Konsitusi memang mengatur percetakan uang namun tidak mengatur masalah pendirian bank. Menurut Thomas Jefferson, aktifitas bank ini akan menuju pada komersialisasi dan akan berdampak buruk pada petani kecil. Sedangkan menurut Alexander Hamilton, Konstitusi telah mengatur masalah percetakan uang dan implikasinya adalah pendirian bank nasional.
Setelah perang sipil menyita perhatian pemerintah federal, muncul tantangan baru yaitu doktrin yang menyatakan bahwa sebuah pemisahan yang teliti antara kekuasaan pemerintah nasional dengan kekuasaan pemerintah negara bagian adalah hal yang mungkin dan layak. Dual federalism ini bertahan antara tahun 1860-1930. Ada pemisahan yang tajam dan nyata antara pemerintah nasional dan pemerintah negara bagian, sehingga muncul juga dinding yang tinggi antara pemerintahan dan perekonomian.
Permasalahan kemudian muncul ketika Amerika Serikat dilanda Depresi Hebat (Great Depression) dimana perekonomian nasional hancur lebur. Hal ini disebabkan oleh interdependensi ekonomi dimana jika salah satu terkena dampak maka tidak ada area ekonomi lain yang lolos. Kemudian, pemerintah nasional berupaya untuk menyelesaikannya dengan mengaplikasikan New Deal. Pada tahun 1935, akhirnya dibentuk National Labor Relations Act yang mengatur pemberian hak bagi buruh untuk berorganisasi.
Sejak tahun 1930,hubungan antara negara federal dengan negara bagian telah berubah secara fundamental bahwa dual federalism tidak lagi akurat bagi situasi Amerika. Sekarang, pemerintah nasional beroperasi dalam banyak area kebijakan dan sekali-sekali masuk ke dalam lokalitas negara bagian jika dianggap negara bagian tidak mampu menyelesaikan. Hal ini tidak menjadikan pemerintah nasional mendominasi area kebijakan ini, namun menyediakan peran yang signifikan. Pemerintah nasional dan pemerintah negara bagian bekerja sama untuk menyelesaikan permasalahan. Kolaborasi ini disebut dengan federalism koperatif yang didasari dengan berbagi tanggung jawab politis bukan dengan membagi-bagi tanggung jawab.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s