Mengapa Amerika Latin?

Politik luar negeri Amerika Serikat terkadang melihat Amerika Latin sebagai bagian yang parsial dan terpisah dari region Amerika. Padahal, banyak kepentingan nasional Amerika Serikat yang memang ada di wilayah Amerika Latin seperti partner dagang yang baik, dan investasi minyak serta beberapa mineral penting lainnya. Belum lagi dengan perkembangan yang cukup signifikan dari beberapa Negara Amerika Latin seperti Meksiko dan Brazil yang diperkirakan akan menjadi kekuatan baru dalam skema dunia.

Amerika Serikat juga memiliki hubungan politik dengan Negara-negara Latin. Gerakan revolusi yang menyebabkan kekacauan dan respon yang cukup represif oleh Negara Latin menjadi tantangan langsung bagi kebijakan luar negeri Ameika Serikat. Bagaimana mereka mempromosikan kepentingan nasionalnya dan berusaha untuk mencapainya bukan hanya kepentingan ekonomi dan stretegi untuk mencapainya. Hubungan AS dengan Negara-negara Latin di bidang ekonomi bisa dilihat saat Presiden George Bush menjalin hubungan dengan Meksiko dan menawarkan perjanjian perdagangan bebas yang akan mempererat ikatan ekonomi antara semua Negara Amerika Latin dengan AS.

Selain itu, ada satu konsiderasi yang penting untuk kita perhatikan. Ada beberapa wilayah AS yang cukup luas telah ter-Latin-isasi karena banyaknya imigran yang berasal dari Meksiko, Puerto Rico, Amerika Tengah, wilayah Caribbean, dan bahkan Brazil. Secara tidak langsung angka Hispanic (berbahasa Spayol asli) semakin meningkat karena orang Latin memang identik dengan bahasa Spanyolnya. Migrasi, baik dilihat dari masa lalu maupun yang masih terjadi sampai saat ini, membawa orang-orang dan budaya Amerika Latin ke Amerika bagian barat (dari Texas sampai California), Florida, dan New York. Penduduk AS sendiri lebih banyak yang menikah dengan keluarga Latin dibanding etnis lain. Pada akhirnya, bilingualisme yang terjadi menjadi isu politik yang memaksa AS untuk memikirkan kembali arti dari “Spanish-speaking America”. Bahkan di sekolah maupun kampus, para siswa cenderung memilih bahasa Spanyol karena mereka menganggap bahasa Spanyol adalah bahasa yang mudah dan mengidentikkan sesuatu yang berhubungan dengan “berbicara Spanyol” adalah hal yang mudah.

Amerika Latin bukan wilayah yang mudah dipahami, selain fakta bahwa mereka menggunakan bahasa yang sama, Spanyol, kecuali beberapa wilayah seperti Brazil, Andes, Karibia, Meksiko, dan Guatemala. Secara geografi, Amerika Latin membentang dari perbatasan Rio Grande antara Texas dan Meksiko ke bagian selatan Benua Amerika termasuk beberapa pulau di Karibia. Luas wilayah Amerika Latin sekitar 2,5 kali wilayah daratan AS sendiri.

Tampilan fisik dari wilayah Amerika Latin sendiri memperlihatkan perbedaan yang cukup tajam, dari Pegunungan Andean yang membentang sepanjang wilayah tepi bagian barat, hutan tropis Amazon, sampai ladang subur di Argentina. Keberagaman keadaan alam ini membawa banyak pengaruh baik secara social, ekonomi, dan politik bagi Amerika Latin atau bahkan orang Latin itu sendiri.

Masyarakat Amerika Latin memperlihatkan kontras yang cukup jelas antara yang kaya dan miskin, bagian kota dan pinggiran, yang berpendidikan dan buta warna, tuan tanah yang berkuasa dan buruh tani yang tidak berdaya, pengusaha yang sehat dan pengangguran yang depresi. Secara politis, Amerika Latin terdiri dari 26 negara baik besar maupun kecil. Sedangkan secara ekonomi, Amerika Latin merupakan Negara berkembang dilihat dari sejarah dan rintangan perekonomian yang cepat, namun di sana kita temukan keberagaman mulai dari Honduras yang kecil sampai pada Brasil dengan industry yang menjanjikan.

Melihat dari sejarah masa lalu, Amerika Latin memiliki semangat juang yang sangat besar untuk mencapai kemerdekaan secara politis dan ekonomi dari kekuatan kolonialisme, imperialism, dan neo-imperalisme. Namun, ironi yang cukup pahit bahwa ‘Latin Amerika’ merupakan buah dari abad pertengahan di Perancis dimana mereka melihat bahwa amalgamasi kultur antara Spayol dan Portugis dengan orang Amerika disebut ‘Latin’ termasuk karena penggunaan bahasa Roma.

Ada beberapa kategori yang bisa diklasifikasikan untuk menjelaskan Amerika Latin, yaitu:

  1. Latin Amerika bisa dikatakan muda dan tua. Awal tahun 1492, benua Amerika bagian selatan ditaklukkan oleh Portugs dan Spayol. Kemudian, koloni ini menciptakan tatanan social yang sama sekali baru berdasarkan dominasi, hirarki, dan usaha untuk membaurkan orang Eropa, Afrika, dan penduduk asli. Dibandingkan dengan pendudukan kuno di Asia dan Afrika, Amerika Latin relative lebih baru. Namun di sisi lain, mereka lebih cepat memperjuangkan kemerdekaan secara politis dari koloni dibanding Negara-negara Asia dan Afrika. Perjuangan ini bahkan dimulai 100 tahun lebih dulu dibandingkan gerakan antikolonialisme di Negara-negara dunia ketiga lainnya. Sehingga, untuk standar kebangsaan Amerika Latin tergolong lebih tua.
  2. Sejarah Amerika Latin dikatakan stabil dan labil bersamaan. Penaklukan memulai tradisi kekerasan politik yang menjelma menjadi pembunuhan, gerakan bersenjata, intervensi militer, dan (yang paling baru) adalah revolusi social. Perang ideology antara liberalism, positivism, corporatism, anarchism, socialism, fascism, dan ajaran agama dari setiap kelompok telah mempertajam intensitas perjuangan kemerdekaan politik dan ekonomi. Sebagai contoh Revolusi Kuba (1959) yang memperlihatkan perjuangan rakyat Kuba yang berujung pada kekuatan baru.
  3. Amerika Latin sekaligus merdeka dan terjajah, mandiri dan subordinat. Pencapaian atas semangat kebangsaan pada tahun 1830 di hampir semua bagian Amerika Latin kecuali Perairan Karibia memperlihatkan penggabungan kedaulatan yang berakar pada Pemikiran Pencerahan. Kondisi ekonomi dan politik vis-à-vis antara Amerika Utara dengan Eropa secara tidak langsung membatasi ketersediaan pilihan yang dimiliki oleh pembuat keputusan Amerika Latin. Dengan adanya Amerika Latin, power diniliai ambigu: komoditas utama, namun efek yang ditimbulkan tidak banyak.
  4. Amerika Latin kaya sekaligus miskin. Sejak dimulainya penaklukan oleh Bangsa Eropa, Amerika Latin dinilai sebagai tambang harta karun berisi sumber daya mineral yang melimpah. Pertama kali Eropa datang untuk menggali emas dan perak. Namun sekarang, itu bisa saja gas alam, minyak bumi, besi, kopi, gula, atau untuk memperluas jangkauan perdagangan secara umum. Di sisi lain, potret kemiskinan sangat nyata terlihat seperti petani tanpa peralatan, pekerja tanpa pekerjaan, anak-anak tanpa makanan, dan ibu tanpa harapan.

Sebagian analisis modern menekankan pada area politik yang tidak stabil dan lebih kepada bagaimana cara kerja kediktatoran di Amerika Latin. Banyak pendapat yang menilai bahwa demokrasi tidak akan tercapai di Amerika Latin karena beberapa alasan misalnya bahwa orang-orang kulit gelap (Indian dan kulit hitam) memang tidak cocok dengan demokrasi, karena temperamen Latin tidak akan bertahan untuk demkorasi, karena iklim tropis bagaimanapun menolak demokrasi, atau karena doktrin Katolik Roma yang menolak demokrasi. Kesemua alasan itu dilandaskan pada perbedaan ras antara kulit putih dan kulit gelap, simplifikasi psikologis, permasalahan letak dan kondisi geografis, atau bahkan distorsi budaya.

Perkembangan teori modernisasi di tahun 1950an sampai 1960an memberikan sedikit pencerahan dalam memahami Amerika Latin secara umum. Jika diaplikasikan di Amerika Latin, teori ini akan memperlihatkan bahwa pertumbuhan ekonomi akan memperbaharui perubahan social yang memungkinkan Negara tersebut menjadi lebih ‘maju’. Perubahan dari sebuah masyarakat pedesaan menjadi masyarakat kota akan membawa perubahan nilai. Orang akan mulai untuk menghubungkan cara kerja demokrasi dan berpartisipasi dalam organisasi-organisasi volunteer yang berhubungan dengan demokrasi. Sederhananya, memang mereka ‘terbelakang’ dan dengan teori modernisasi kita akan melihat bahwa factor sejarah amat berpengaruh terhadap kondisi demokrasi di Amerika Latin saat ini.

Pada kenyataannya, pertumbuhan ekonomi di tahun 1960-1970an secara umum menghasilkan ketidak merataan distribusi pemasukan. Terbentuk jurang antara kehidupan masyarakat di pusat kota dengan pinggiran, terutama mengenai standar hidup. Akhirnya, perekonomian domestic tidak mampu bersaing dan ironisnya, tertolak oleh perusahaan-perusahaan transnasional yang besar.

Kondisi ekonomi tersebut tidak lepas dari keadaan demokrasi di sana. Bagaimana tradisi budaya Amerika Latin dan keaslian Spanyol-Portugis mereka. Sebagian analis menganggap bahwa politik antidemokrasi merupakan buah dari Katolik Roma dan Mediteran yang menekankan pada harmonisasim kepatuhan, dan penghapusan konflik. Sehingga apa yang kita lihat dalam konstitusi Amerika Latin tidak sedemokratis yang mereka perlihatkan dan partai politik tidak serepresentatif seperti yang terlihat.

Teori ketergantungan kemudian muncul sebagai proponent dari teori modernisasi yang menganggap bahwa ketergantungan ekonomi akan membawa pada otoritarisme politik. Mengapa seperti ini? Karena di Amerika Latin kita akan melihat bahwa terjadi pembatasan terhadap Negara untuk bertumbuh, khususnya di bidang industry. Tanda yang paling nyata dalam kekacauan ekonomi ini adalah krisis yang terjadi di keuangan internasional Negara tersebut. Bagaimana firma atau bank internasional tidak menganggap bahwa mereka tidak membutuhkan tambahan financial karena firma atau bank tersebut percaya bahwa pemerintah tidak akan memberikan ‘pengorbanan’ yang lebih dalam mengelola keuangan.

Pada tahun 1980an, rezim otoritarian kemudian digantikan dengan pemerintahan terpilih dan dari rakyat. Fenomena ini bisa dijelaskan secara sederhana: setiap hari rakyat yang tertekan dengan otoritarianisme melakukan tindakan-tindakan protes, membentuk organisasi sipil, dan mengajukan pemilihan umum. Sehingga, sampai tahun 1990an, hampir semua Negara otoritarian mengadakan pemilihan umum kecuali Kuba. Bisa dikatakan rezim baru ini sangat demokratis, bahwa Amerika Latin sedang bertransformasi menjadi Negara-negara yang lebih demokratis.

Jadi, berdasarkan pada teori ketergantungan, kita bisa melihat:

  1. Kedudukan Negara di dalam divisi internasional akan menentukan jalur yang bisa diambil untuk perkembangan ekonomi.
  2. Negara-negara dalam system dunia akan digolongkan menjadi ‘periphery’ sebagai pertentangan dengan Negara industry-komersial atau ‘pusat’ dan perkembangan sebagai panggung dimana Negara-negara Atlantik Utara telah jauh berkembang daripada Amerika Latin dan transformasi ekonomi di Amerika Latin akan jauh berbeda polanya di banding zaman terdahulu di Eropa dan Amerika Utara.
  3. Perbedaan pola perkembangan ekonomi akan membawa perbedaan pola perubahan social, seperti perubahan system kelas, rentang antar kelas, dan hubungan antar kelas.
  4. Kombinasi antara kekuatan ekonomi dan social akan menentukan pilihan bagi pemimpin politis dan membantu menjelaskan alterasi antara demokrasi dan rezim otoritarian.
  5. Amerika Latin mampu mengeksploitasi sumberdaya alam mereka sendiri (khususnya di bidang agrikultur) untuk mengembangkan perekonomian mereka sendiri.

Kita akan melihat bagaimana sejarah menjelaskan fenomena yang terjadi di Amerika Latin dan berbagai teori yang agak tidak mengena dengan hal-hal tersebut. Namun ada satu hal yang pasti, bahwa hanya revolusi yang mampu menghancurkan siklus ketergantungan seperti Negara-negara dunia ketiga lainnya. Kita percaya bahwa transformasi sejarah merupakan proses yang rumit dan kita perlu mengadopsi pendekatan yang lebih mendalam.

Review First Chapter of Book “Modern Latin America” by Thomas E. Skidmore and Peter H. Smith

Advertisements

3 comments

    1. kawasan Amerika Latin itu bisa dikategorikan sebagai kawasan yang pernah ditaklukkan bangsa Spanyol dan Portugis, dari Meksiko sampai Argentina. jadi ada beberapa negara yang satu daratan bahkan berbatasan langsung dengan AS.

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s