Sedang Gila Saja

Segenting keadaan Perang Dunia I dan II, mungkin begitulah keadaan kita. Jangan bayangkan aku sebagai Hitler dan kamu adalah Churchill. Tapi bayangkan kita adalah serdadu dari Pihak Sekutu dan Axis yang saling menyerang membela kepentingan nasional seperti yang selalu dikatakan oleh Machiavelli. Susah sekali menyatukan, eh, kita malah berperang karena ingin menang di atas yang lain. Baiklah, deterrence effect mungkin ada dan akhirnya berpengaruh pada hubungan bilateral kita.

Saat ini, bukan lagi simbiosis mutualisme yang kita lakukan, tapi parasitisme. Entahlah, aku yang parasit atau kau yang menjadi virus. Kita saling merugikan, sama seperti petani yang tidak pernah panen karena hama di sawah tadah hujan mereka. Oriza Sativa tidak berjodoh dengan hama. Baiklah, kalau kamu tidak mau dianalogikan seperti hama, kamu saja yang jadi padi.

Evolusi hubungan kita sudah seperti zaman Pithecanthropus Erectus sampai ke Homo Sapiens. Sudah pada akhirnya. Selama kurun waktu itu, kita tidak menembus zaman batu dan logam. Kita hanya terjebak seperti Roro Jongrang yang memilih bersembunyi di candi ketimbang menerima cinta Ken Arok. Well, aku bukan Roro Jongrang dan tentu kamu bukan Ken Arok. Maksudku, cinta yang kita punya lebih memilih bersembunyi ketimbang muncul. Hmm.

Seperti kisah cinta Romeo dan Juliet, yang tentu bermula dari Adam dan Hawa, dan ternyata lebih keren saat diperankan oleh Jack dan Rose, kita bercermin pada mereka dan sayangnya kita tidak bisa. Entahlah apakah aku saja yang berharap menjadi Anna Hathaway di One Day, Rachel McAdams di The Notebook, Taylor Schilling di The Lucky One, Anna Faris di What’s Your Number, atau Zhang Zi Yi di Sophie’s Revenge. Aku ingin mengisahkan diri sendiri. Tapi, mengapa yang muncul hanya kisah flat tanpa plot, seperti Tom dan Jerry, bahkan mungkin saja film kartun MGM itu lebih bagus dari kisahku, bukan, maksudku kisah kita. Entahlah.

Baiklah, aku mengaku. Aku memang sentimental urusan beginian. I don’t know.

“Kau” di atas hanya fiktif belaka. Jika ada yang kesinggung, ya maaf, yang saya bayangkan sebagai “kau” tidak lain tidak bukan pasangan main di film-film romantis nan sentimental di atas.

Sekian dan Terima Kasih. Datang lagi, ya!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s