Happy Anniversary, Loves of My Life…

Kisah cinta yang dimulai hampir 30 tahun lalu. Kisah yang tidak diwarnai kata-kata puitis dan bahkan jauh dari romantis. Kisah Ammi dan Etta.

Ammi, begitulah saya memanggil ibu saya. Katanya, Etta saya yang mengajarkan. Sempat saya bertanya-tanya dimana istilah ‘Ammi’ dicuri oleh Etta. Baru beberapa bulan lalu, tepatnya sekitar bulan Oktober saya akhirnya memiliki sedikit pencerahan. Tidak sengaja, saya menyetel channel tv dan berakhir di channel India yang sangat kebetulan menayangkan film India baheula. Sepertinya, ‘Ammi’ diambil Etta dari film India yang dibintangi oleh megastar Amitabh Bachchan. Di film itu, yang tidak saya ingat lagi judulnya, sosok Amitabh Bachchan memanggil ibunya dengan sebutan ‘Ammi’. Dikaitkan dengan fakta bahwa Etta adalah fans garis keras Amitabh Bachchan yang kebetulan lagi film itu mungkin hit di zaman Etta masih muda dan kecil kemungkinan Etta tidak menonton film itu, saya mengasumsikan dan menyimpulkan dari situlah inspirasi ‘Ammi’.

Kalau dari luar tampakannya, kedua orang tua saya bukan tipikal yang sering bergandengan tangan dan saling melempar senyum mesra. Tapi siapa sangka bahwa sebenarnya, Etta tidak bisa berbuat apa-apa di rumah kalau istrinya tidak ada. Teh pagi yang selalu tersedia setelah shalat subuh, sarapan yang tidak pernah absen dari meja, makan siang bersama yang menjadi kebiasaan walaupun harus kembali ke tempat kerja setelahnya, dan makan malam yang beberapa tahun belakangan ini selalu hanya mereka berdua, dirindukan Etta selama dua minggu Ammi ada di sini. Namun lucunya, Etta tidak mengakuinya. Mungkin karena malu, rindunya malah ditutupi dengan marah. So typical of him.

Ammi, yang terbiasa dengan ketidak romantisan Etta sudah tahu kalau suaminya itu tidak bisa tanpanya. Kadang Ammi juga jual mahal, minta dibujuk-bujuk. Tapi sayangnya, Etta jarang sekali melakukan hal-hal manis. Hihihi. Walaupun begitu, keduanya tetap bersama sampai saat ini. Yah, menerima kekurangan dan kelebihan masing-masing. Contoh nyata!

Saya tahu bahwa kedua orang tua saya sangat mencintai satu sama lain. Tidak pernah ada niatan mencari orang lain. Mereka memulai kehidupan dari bawah. Menderita dan senang bersama. Melalui cobaan hidup dengan saling bergandengan. Hanya mengeluh pada Yang Maha Kuasa dengan sabar. Ikatan yang membuat mereka semakin tak terpisahkan.

Syukur. Sangat bersyukur saya memiliki kedua orang tua seperti mereka. Tidak saling mengungkapkan kecintaan satu sama lain melalui kata-kata, tapi melalui tindakan. Saling melindungi. Saling mendukung.

I wish you best years ahead, my loves. Never enough words, kisses, hugs, and matters I could give for you both. Only wishes for you having long happy life. Let me be a good daughter, make you proud of me. Can’t ask you more than you gave me until now, although I know you both never stop giving.

Teach me how to face this life, carry through everything, and keep fighting this world.

Show me how to behave, bring off matters, and stop bitching those hatred people.

Love me unconditionally, give me everything I need, and wish me happiness everyday.

And now, I promise you my life, do you everything you ask me for, and love you more than all daughters in this world could do.

Happy anniversary, Ammi Etta. Long life and happy always.

 

 

Lot of loves,

 

Your only one daughter

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s