Leap Year (2010)

leap_year

Tahun 2014 akhirnya tiba. Tahun ini genap tapi bukan kabisat ya? Haha.. jadi ingat film Leap Year (2010) yang dibintangi Matthew Goode dan Amy Adams ini. Film yang berkisah tentang seorang Anna Brady (Amy Adams) yang punya karir mapan dan pacar nearly a perfect man. Tapi sayangnya, dia tidak kunjung dilamar di tahun ke-4 hubungan mereka. Akhirnya, dia memutuskan menyusul pacarnya, Jeremy (Adam Scott), yang kebetulan saat itu berada di Irlandia untuk konferensi kesehatan dan melamarnya. Oh iya, Jeremy adalah seorang cardiologist. Rencana berjalan. Tapi, Tuhan kadang punya rencana lain. Badai dan cuaca buruk akhirnya menghalangi Anna untuk mendarat di Dublin dan memaksanya sampai di Dingle, yang berjarak 403 km dari Dublin. There she met this arrogant Irish man, Declan O’Callaghan (Matthew Goode). Situasi memaksakan mereka harus ke Dublin bersama. Anna yang dikejar waktu dan seems like nobody here is available to drop her to Dublin dan Declan yang harus melunasi hutang beserta bunganya supaya losmen miliknya tidak disita akhirnya start a journey which they could be killing each other before a half way.

“I may even get there before the stores close. I could get some shopping in.”

“That’s the reason you’re going to Dublin, is to shop?”

“No, I’m… If you must know I’m going to propose my boyfriend.”

“… yeah?”

“Yeah. And you guys have this great tradition when a woman can propose to a man on the 29th February in a leap year”

“Yeah?”

“Yeah.”

“Hahaha.. That’s the stupidest thing I’ve ever heard.”

“No. It isn’t.”

“Yes. It is.”

“No. It’s a tradition. It’s a romantic tradition.”

“It’s a day for desperate women trying to trap themselves a man who is clearly doesn’t want to get married. You’ve got to know that if your man wanted to propose, he’d have done it already. Fact.”

Bisa ditebak, perjalanan mereka menjadi tidak biasa. Salah satu scene favorit saya adalah saat mereka mendaki Kastil Ballycarbery, kastil kuno yang terletak dekat stasiun kereta api tempat mereka menunggu kereta menuju Dublin. Saat keduanya mendaki bukit menuju kastil itu, ada percakapan yang cukup menarik.

“Riddle me this! If your apartment, beautiful apartment was on fire. What would you take?”

“What?”

“If your house was on fire, you had 60 seconds, what would you take? Come on!”

“I…”

“Come on! Would it be the Chihuahua on the duvet?”

“I’m not playing this game with you.”

“There you are.”

“What would you take? What would you take? Your lovely inn is on fire.”

“… I know exactly what I’d grab.”

“Oh yeah? What?”

“I’m not telling you.”

Sifat keduanya yang sangat berbeda menjadikan perjalanan itu sebagai sebuah bencana bagi mereka sendiri. Tapi, sebenarnya tanpa mereka sadari mereka saling melengkapi. Hingga akhirnya perjalanan itu berakhir, Declan bahkan tidak meminta bayaran atas jasanya mengantarkan Anna sampai ke Dublin. Keduanya sadar bahwa mereka tidak lagi sama seperti saat mereka memulai perjalanan itu. Namun tidak ada yang berusaha mengutarakan ‘kelainan’ itu.

Pertunangan Anna dan Jeremy akhirnya dilaksanakan di apartemen impian Anna di Boston. Sayangnya, Anna akhirnya tahu bahwa pacarnya melamarnya hanya karena tidak ingin kehilangan apartemen ini walaupun Jeremy memang mencintainya. The former owner are ancient. Mereka tidak ingin melepas apartemen mereka kepada pasangan yang tidak dalam hubungan pernikaha. Simply as that, Jeremy pun melamar Anna. Mulai menyadari perasaannya, Anna akhirnya mencoba sebuah peruntungan. Ia menyalakan alarm kebakaran saat pesta pertunangan mereka berlangsung. Fortunately, tindakan Jeremy akhirnya meyakinkan Anna siapa yang dia butuhkan.

Maka terbanglah Anna ke Dingle, berusaha mengejar cintanya. Propose.

“When my 60 seconds came around, I realized I had everything I ever wanted but nothing really I needed. And I think that what I need is here. And I came all this way to see if may be you might think so too. If you do, well, I don’t really have any plans pass that which is new for me. So, Declan O’Callaghan and I should probably learn your middle name, here is my proposal. I propose we not make plans. I propose we give this thing a chance and let it work out how it works out. So, how do you say? Do you want not make plans with me?”

Declan tersenyum dan berbalik pergi.

“I guess that an Irish no.”

Dengan latar tebing terjal dan pemandangan yang luar biasa indah, scene itu berlanjut.

“Mrs. O’Bradycallaghan, where the hell you are going?”

“You said no.”

I didn’t say no. I didn’t say anything.”

“You walked away.”

“I was getting something.”

“Really, that was a good time to go get something?

“Yeah, it was actually.”

“I was getting this.” Sebuah cincin dengan ukiran dua tangan yang memegang sebentuk hati. “Idiot, I wouldn’t be holding this ring if it’s not for you. I reject your proposal. I don’t want not make plan with you. I want make a plan with you.”

“You do?”

“Yeah, I do.”

Dengan akhir yang bahagia, sangat berbeda dengan kebanyakan film drama Asia, film ini ditutup oleh salah satu lagu favorit saya, You Got Me-nya Colbie Calliat. Mungkin sudah banyak yang menonton film ini, tapi bagi yang belum, film ini recommended lho.

Advertisements

2 comments

    1. gak ada stok bebi, balik pko lagi keknya. semua film yang kukopi kemarin dr hd mu dibawa kabur sama tanteku sebelum kusalin lagi ke laptopku. hhuhuu
      enw, i miss you. hapeku rusak. sms aku dong supaya aku bs save nomor kamu. );

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s