Seutas Tasbih

Keindahan tasbih itu, yang terbuat dari butiran batu berwarna zamrud, memukau hatiku. Dalam sadar aku bergumam :”Tasbih ini begitu indah. Begitu indah, Masya Allah.”

Sayangnya, aku sempat lupa bahwa keindahan butiran-butiran tasbih itu tidak akan teruntai dengan indahnya tanpa seutas tali. Tali yang tidak kelihatan. Tali yang mungkin dilupakan artinya. Tali yang setia menguntai keindahan butiran tasbih dan bersedia menjadi kasat mata.  Tali itu ada di sana agar aku bisa bermunajat kepada Tuhanku.

Seseorang pernah berkata, “Jadilah seperti tali tasbih. Ia tidak terlihat namun tanpanya, mustahil seutas tasbih akan utuh. Jadilah seperti tali tasbih yang bersedia menguntai keindahan tanpa mengharap pujian, bahkan tanpa terlihat sama sekali.”

Ingin kusampaikan padanya, sesederhana tali tasbih bukanlah spesialisasiku. Namun seindah butiran tasbih juga bukan diriku. Ingin kuteriakkan padanya untuk mengajarku menjadi sesederhana dan seindah untaian tasbih utuh. Sederhana dan indah namun utuh dalam satu waktu. Ajarkan padaku, wahai kau!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s