Menemukan Jodoh, Mungkin Pernikahan

Tahun 2014 bukan lagi tahun Siti Nurbaya dan Datuk Maringgi, namun masih banyak kejadian dimana keluarga berperan penting dalam perjodohan seseorang. Saya sih mau-mau saja dijodohkan, toh saya percaya orang tua saya pasti memilihkan yang paling baik menurut mereka. Sayangnya, hal itu tidak kunjung tiba. Mereka malah tidak mau ikut campur soal beginian. Ya nasib..

Eh, jangan salah ya! Saya tidak semerana itu soal pernikahan. Umur juga masih muda, 23. Hanya saja, beberapa teman saya yang sudah berkeluarga bikin iri. Pengen juga sih bangun rumah tangga, tapi sama lelaki yang bangun pagi gak susah. Ini serius loh. Buat cowok yang emang niat bangun rumah tangga, belajarlah bangun pagi. Kalau bangun pagi saja susah, bagaimana mau bangun rumah tangga?

Tiba-tiba teringat seorang teman, dia pengen banget nikah muda. Sebelum umur 23 katanya, nah sekarang dia malah udah lewat 24. Pas ditanyain soal target, dia malah pura-pura gila.

Well, nikah muda itu sebenarnya lagi ngetrend. Jangankan teman seangkatan, adik kelasku saja udah pada hamil atau gendong anak. Fiuh.. Apa mereka beneran sudah siap berumah tangga? Sudah pintar masak buat nyenengin suami ama mertua? Pintar didik anak? Pintar ngatur keuangan? Aduh, mikir aja udah pusing saya. Pantesan jodoh masih belum dateng, haha.

Menikah adalah penyempurnaan agama dalam Islam. Jadi jika ada pemuda yang sudah mapan dan siap menikah namun tidak menikah juga, maka agamanya belum sempurna. Kata temenku sih begini. Tapi jujur, menikah itu langkah besar dalam hidup. Kalau bisa hanya sekali, jangan sampai dua atau tiga kali deh. Menikah itu sakral.

“Dee, jodoh bakalan datang kalau memang kamu memantapkan hati untuk bertemu dengannya. Kalau siap tidak siap begini, jodohmu bakalan telat datang. Lagi, tidak ada kebetulan di dunia. Semua sudah diatur. Dengan siapa kamu bertemu dan bagaimana caranya adalah takdir yang kamu diharuskan untuk menjalaninya. Jadi jangan pernah anggap bahwa ini itu hanya kebetulan.” Ceramah singkat dari seorang teman yang menohok. Ceramah dari seorang pengantin baru.

Sebelum saya semakin bingung dengan makna jodoh dan menikah, maka saya memutuskan untuk mematrikan kata-kata teman saya itu baik-baik. Psst, umur saya belum masuk target nikah kok.

Advertisements

3 comments

    1. Entahlah, Kak Fachrie. Tapi kayaknya perempuan gak ada yang mau nikah ama kalelawar. Dia tidur, suaminya bangun. Dia bangun, suaminya tidur. How it could be worked?
      Soal menikah heboh apa gak, ya masing2 orang. Saya sih asal sakral. Udah. Cukup. Hehe

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s