Wake Me Up When October Ends (?)

Oktober ini, dua orang sahabat terbaik saya akhirnya sepakat mengganti status BELUM MENIKAH menjadi MENIKAH. To finally become ‘Mrs. Someone’. Sabrina Febrianty Saputri Syafril yang telah berpacaran dengan Kak Dafy sejak 2007 namun telah saling mengenal sejak Sabrina masih SMP dan Kak Dafy masih SMA. Sabrina yang menurut pengakuannya antara sadar dan tidak menjalani pernikahan ini, hahaha, percaya bahwa LDR (Long Distance Relationshit, eh Relationship) bisa berakhir pada ijab qabul. Masha Allah, LDR 7 tahun? I don’t have any words to say, darling. Lalu ada Aprilia Fatmadini Eka Pradani, mahasiswi termuda kedua di Angkatan Rapuh. April dengan mantapnya mengiyakan ajakan membangun rumah tangga Kak Sehan yang kebetulan adalah senior SMA saya. Mmm. Hanya berkenalan singkat, kurang lebih 3 bulan dan akhirnya sibuk mengejar tanda tangan persetujuan menikah oleh para direksi CIMB Niaga. Yuuhuu..

Keduanya memperlihatkan perbedaan yang signifikan. Tapi sadar tidak, keduanya memiliki nama yang sama panjangnya ya? Hahaha. Sabrina dengan lama pacaran yang yah lumayan, ditambah dengan embel-embel LDR. Kalau soal ini, I’m quit deh. Hahaha. April dengan lama perkenalan (mungkin ta’aruf-an) yang cukup singkat, oh sangat singkat, dengan “Aku ingin menikahimu. Bawa aku pada orang tuamu, dek.” Namun keduanya menikah di umur yang cukup muda, Sabrina 23 tahun dan April 21 tahun. Well, jangan ditanya lah tingkat mapan keduanya. Keduanya sudah bekerja dengan penghasilan yang yah, berlebih lah. Suami mereka juga umur sudah mapan dan tentu mapan secara pekerjaan dan AGAMA.

Melihat kebahagiaan mereka di pelaminan, bergandengan tangan dengan halal, dan bertukar tatapan yang membuat ingin mati saja karena iri, adalah hal yang sungguh tidak terelakkan. Envy. Pada akhirnya, setiap orang yang bahagia karena single-nya akan merana dan berakhir pada keinginan untuk menikah. Ya, mungkin ya. Walaupun tidak semua orang. Namun saya, ya saya, dengan dosa keangkuhan masa lalu (ini apasih?) mengaku desperado para casarse. But yeah, waiting seems like ain’t so bad. For the best.

Terkadang, keinginan menikah datang begitu saja dan berakhir pada renungan:

“Siapkah kamu membenahi dirimu menjadi istri seseorang dengan anggun menjaga nama baik suami sementara kamu masih pecicilan? Siapkah kamu mengurangi jam keluyuran dengan temanmu karena di rumahmu sudah ada suami yang menunggu? Siapkah kamu mengenakan cincin di jari manismu sebagai pertanda bahwa kamu sudah tidak bisa lagi menerima flirting dari lelaki lain yang mungkin ‘lebih’ dari suamimu?”

Tapi, lebih dari itu..

“Adakah lelaki di luar sana yang dengan kemapanan agamanya mau menjadikanmu sebagai tulang rusuknya? Adakah lelaki yang mau membantumu di dunia agar kalian bertemu di surga kelak? Adakah lelaki yang mau menjadikan anak-anakmu sebagai anak soleh dan solehah?”

Masih banyak hal-hal yang berputar-putar di kepala ini dan tidak henti-hentinya menjadi bahan pemikiran serius. Menemukan. Atau ditemukan. Sila dipilih! *lo kate gampang, man?

Tapi aduh, soal menikah menjadi hal yang sungguh pelik. Kehidupan ini sudah nampak bagai kepingan, kata seorang teman. Terkadang saya sangat ingin menyandang gelar sebagai istri orang, namun di satu sisi saya belum mau keluar dari zona nyaman ini. Mungkin saja menikah bisa menciptakan zona nyaman untuk saya, oke mari kita anggap demikian, tapi kembali lagi pada pertanyaan dengan bobot nilai 98 persen: SIAPAKAH LELAKI YANG AKAN (ATAU MAU) MENJADIKANMU ISTRI?

Namun, siapakah yang mempu menjawab pertanyaan tersulit itu? HANYA WAKTU. Lagi-lagi memberi tugas untuk waktu ya konsekuensinya adalah menunggu like what I’ve said above. Mari kita menunggu! Pfft.

Untuk kamu-kamu, ciyeehh, yang sama menderitanya dengan saya:

Berdoalah dan berusahalah. Hahaha. It doesn’t help? Yes. Because if it helps, it should help me first. Yuuhuu, sama-sama menderita ya kita, lads?

Belum lagi teriris hati karena pernikahan-pernikahan ini, datang pula sensasi pernikahan Raffi Ahmad dan Nagita Slavina yang tiada henti di televisi. Cukuplah siksaan ini, Tuhaann..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s