A L I E N (?)

Belakangan ini saya sering nongkrong di kafe ini, hanya untuk membicarakan proses admisi teman-teman saya. Terkadang lama, terkadang juga cepat. Siang ini, saya sudah berada di kafe ini sekitar satu jam ketika sepasang muda mudi datang dan duduk di meja depan saya. Ehm.

Beberapa kali saya memperhatikan mereka, tidak ada yang spesial. Keduanya tidak berpenampilan mencolok yang menarik mata untuk melihat dan bibir untuk mencela. Ups. Namun, ada satu hal yang menurut saya sangat lucu. Keduanya tidak saling bercerita, bercanda, atau berdebat. Keduanya fokus dengan ponsel masing-masing sampai terlihat seperti orang yang sedang musuhan. Dua gelas minuman ukuran medium ada di hadapan mereka, sesekali diseruput, namun mata keduanya tetap fokus pada ponsel masing-masing. Tidak ada raut senyum. Beda halnya dengan orang yang menatap ponsel dengan serius atau terkadang senyum-senyum sendiri karena terpaksa LDR. Ya jelaslah, ponsel adalah satu-satunya penghubung kisah kasih orang-orang dengan status LDR. So, in case you meet this kinda people, just forgive their attitude. LOL.

Kembali dengan kisah dua kekasih ini, mengapa saya katakan mereka sepasang kekasih? Karena ada kalanya saya menatap mereka dan tangan si pria sibuk mengelus kepala si wanita dengan wanitanya yang tertunduk menatap layar ponselnya. Tapi tidak lama, mereka berdiri dan meninggalkan meja. Bukan karena mereka risih saya perhatikan, toh saya tidak pernah kepergok sedang memandang ke arah mereka. Entahlah, ya mungkin karena minuman mereka sudah habis. Saya saja yang sudah duduk berjam-jam di sini masih belum sanggup menghabiskan es kapucino yang kemanisan ini. Mmm.

Terkadang saya berpikir, mengapa kita bisa menjadi alien satu sama lain. Ya saya juga mungkin pernah berlaku demikian di teman-teman saya. Tapi setidaknya, quality time yang terjadi di hadapan saya ini tidak pernah saya alami deh. Apalah artinya kita menghabiskan waktu duduk bersama di suatu tempat dan akhirnya kita hanya tertunduk memandang layar ponsel. Dan, ya.. pulang deh. Aneh ya? Tapi mungkin sudah begitulah yang normal. Saya tidak mau menjadi judgmental dengan pemandangan semacam ini. Lama-lama saya akan membuat tulisan mirip IELTS Academic Writing Task 2 dengan judul “People nowadays tend to become alien each other by their smartphone usage. In what extent do you agree or disagree?”

Sampai akhirnya saya dan Afif mendiskusikan tentang insiden penyerangan kantor majalah kontroversial Charlie Hebdo di Paris. Hashtag #JesuisCharlie mengawali diskusi ringan dengan Afif. Well, bagaimana menurutmu #JesuisCharlie, Mdy? Afif membuka dengan pertanyaan itu. Akhirnya “diskusi asyik ala anak HI Angkatan Rapuh UNHAS” berjalan sekitar beberapa menit sampai saya merasa lapar dan mengajak Afif pulang. Mi ayam kayaknya enak sore ini. Yuumm.. Ya maaf kali ini, tidak ada dulu pembahasan antisemit. Perlu baca beberapa literatur dulu. LOL.

And.. perhaps I’ll get back with that topic. It tempts me already.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s