Mantannya Pacar dan/atau Pacarnya Mantan

Dua kategori orang yang terkadang membawa rasa aneh dalam satu hubungan. Mantannya pacar, orang yang sebelum kamu yang pernah hadir mengisi hari-hari pacar kamu. Pacarnya mantan, orang yang setelah kamu yang kini hadir menemani hari-hari mantan kamu. Eits, golongan mana yang saat ini kamu hadapi?

Mungkin pernah keduanya. Jelas. Tapi, your current condition is?

Kita bahas satu-satu ya..

Mantannya pacar. Yah, dalam memulai satu hubungan baru tentu golongan ini siap menghadang, ciyeh, di depan kamu. Gimana gak, bagi dia kamu adalah orang yang ikut andil dalam kehancuran hubungan dia dengan mantannya yang saat ini sedang pacaran sama kamu. Hmmm, walaupun gak semua kasus ya. Tipe ini bisa jadi ‘bumbu’ pertengkaran dalam hubungan kalian. Yuhuuu~

Pacarnya mantan. Nah, kadang kamu kalo tahu mantanmu udah move on atau move up atau apalah namanya tapi intinya sudah punya pasangan baru, rasanya nyesek gimana gitu ya. Pengen nangis tapi tahu itu sia-sia. Pengen ngubungin, takut kalo dibilang ngemis. Jadi serba salah. Apalagi kalau si dia udah punya ‘dia’ yang baru. Ihh, rasanya pengen hilang ditelan bumi. Kok saya belum move on ya?

Nah, nah, nah..

Tipe pacarnya mantan adalah orang yang akan selalu kamu bandingkan dengan diri kamu. Seberapa cantik, pintar, baik, alay, dan kategori-kategori lain yang gak masuk akal tapi bagi kamu tiba-tiba semua jadi masuk akal. Bagi kamu, membandingkan diri sama dia bisa jadi penenang kalau ternyata dia gak lebih baik –menurutmu- dibandingkan dengan kualitasmu. Lah, kalau sebaliknya? Semakin terpuruk jiwa dan raga-lah rasanya. Pengen ngutuk, tapi ngutuk siapa juga? Sama sih dengan tipe mantannya pacar. Kalau dia lebih buruk, kamu pasti bilang “Tuh kan, kamu dulu dapat kaya gitu. Beruntug nih sekarang kamu dapatnya aku.” Sambil ketawa puas ala penjahat musuhnya Ultraman. Tapi nih, kalau ternyata mantannya justru lebih keren, dewasa, populer dari kamu? Aduh. “Mak lampir, angkat aku jadi muridmu.” Sambil bertapa di Gunung Merapi. Emang iya, markasnya Mak Lampir di Gunung Merapi? Hmmm..

Belum cukup?

Menghadapi pacarnya mantan: misi menghancurkan hubungan mantan dimulai. Mulailah kamu masuk ke hubungan yang telah putus dengan menghubungi mantan kamu. Entah dengan alasan yang dibuat sealami mungkin disertai penjelasan yang dibuat sejelas mungkin biar dia gak salah paham, atau dengan alasan yang sangat frontal: aku udah berusaha nahan diri, tapi ternyata aku masih belum bisa lupa ama kamu. Eeaa.. Tapi intinya, kamu mau mantan kamu tahu kalau kamu masih mikirin dia yang telah punya pacar. (Backsound: Katy Perry – Thinking of You), kalau dia putus ya syukur tapi kalau gak ya artinya bagi kamu itu belum. Mereka pasti putus, tunggu aja. Usaha dan doa belum maksimal nih artinya.

Menghadapi mantannya pacar: misi menjadi Sherlock Holmes akhirya dimulai. Mulailah kamu mengembangkan naluri intuisi detektifmu. Mencari tahu segala kenangan yang pernah dialami pacar kamu dan mantannya. Sejauh mana hubungan mereka di masa lalu dan paling penting: apakah pacar kamu sudah ‘melupakan’ mantannya? Penelitian kamu membuahkan hasil maksimal kalau pacar kamu bisa diajak kerjasama, lah kalau tidak? Kamu akan berakhir mencari segala socmeds misalnya laman Facebook si dia dan bingung: add friend gak ya? Kok FB-nya digembok sih? Jangan-jangan.. Pfft. Kerja keras ya ladies!

Masih belum cukup?

Mungkin saatnya kalian berhenti. Berusahalah pahami dan terima keadaan: mantan kamu udah move on dengan orang lain dan hargai masa lalu pacar kamu dengan mantannya. Jangan menggaruk kalau gak mau digaruk! Itu aja. Karena apa yang kamu jalani sekarang ya buah konsekuensi apa yang dulu kamu jalani. Apa yang kamu punya sekarang ya dulu juga pernah memiliki orang lain. Itu aja sederhananya.

Lupakan ide ngancurin hubungan baru mantanmu walau cuma lewat doa.

Lupakan pula penggalian hubungan terdahulu pacarmu walau cuma lewat media sosial.

Have a nice day (:

Advertisements

2 comments

  1. paling sebel kalau mantannya pacar lebih kece dari kita…jadi satu2nya cara adalah harus buat diri lebih kece dari mantannya pacar, supaya kalau kita ternyata jadi mantan pacar, pacar baru mantan susah menyaingi kita *evilsmirk*

    Like

    1. hahaha bener itu. tapi, kalaupun mantannya pacar gak lebih kece dari kita, kita tetep harus jadi kece dong seperti yang kamu bilang: biar pacar baru mantan susah menyaingi kita atau si mantan akan ingat terus betapa kecenya mantannya (red: kita kalau jadi mantannya). kebanyakan kata mantan jadi bingung sendiri nih. semoga gak ada mantan-mantan lagi deh, mantan gebetan atau mantan pacar. *angelwink*

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s