Parallel Universe of Mine

What if…

Konsep jagad yang paralel atau parallel universe mungkin adalah konsep yang cukup membingungkan bagi kita. Apakah ini takdir atau hanya kebetulan? Kebetulan saya mengenal orang ini, kebetulan saya menjatuhkan gelas itu, atau beberapa kebetulan lainnya. Namun, banyak pula yang meyakini bahwa “there is no accident.” Saya masih ingat cuplikan film Kungfu Panda pertama saat Master Shifu mempertanyakan keputusan Master Oogway yang menjadikan si Po sebagai the Dragon Warrior. Dengan bijaksana dia berkata tidak ada yang kebetulan. Kebetulan bahwa Po adalah panda gendut yang akan menjadi Pendekar Naga sama sekali bukan kebetulan.

Loh?

Maaf kalo contoh film yang saya mention sama sekali bukan film drama yang kaya akan quotes menyentuh. Tapi, saya begitu percaya dengan konsep Master Oogway itu. Seberapapun orang melihat ini hanya kebetulan apalagi kalau kebetulan itu sungguh tidak masuk akal, tetap saja kita ditakdirkan menjalani hal itu. Saya ingat salah satu hadits shahih (atau kutipan ayat), well saya gak akan ceramah kok, yang menyatakan bahwa tidak akan berubah takdir suatu kaum kecuali kaum itu mengubahnya. Ya kurang lebih demikian.

See, kita punya kesempatan mengubah apa takdir yang belum kita terima menjadi sesuatu yang pantas kita terima. Saya percaya itu. Sangat percaya. Bahwa setiap inch yang saja jalani, setiap lintasan yang saya tempuh, semuanya bermuara pada sebuah takdir yang telah di atur di langit karena usaha saya di bumi. Okay, sound’s weird?

Namun, ada kalanya saya kemudian berpikir bahwa semua yang saya dapat adalah jawaban doa orang tuaku (khususnya Ammi). Saya mempercayai ini. Ammi adalah orang yang paling ingin dan ingin sekali saya bisa menjalani keseharian dengan benar-benar baik. Berdoalah dan yakinlah, maka alam akan berkonspirasi mendukungmu. Totally forget, where in the earth I remembered hearing this saying. My acknowledgement for him.

Di samping saya saat ini, duduk seseorang yang sedang sibuk menulis thesis-nya. Dia akan menghadapi thesis defense bulan depan, Insha Allah. Well, seperti yang terjadi atas jawaban doa Ammiku. Kadang pula saya berpikir, diakah jawaban dari doaku? Cieileh.. Mampus.

Ingin sekali saya menuliskan banyak kisah yang kami lalui. Banyak hal yang kami telah hadapi. Banyak pula kata-kata yang menjadi keseharian bahkan yang tersimpan rapih di otak kami tanpa pernah terucap. Namun, sampai saat ini that click we really had is still staying there. Kebetulan kami berkenalan? Kebetulan kisah kasihnya tersandung? Kebetulan menghampiri saya?

Tidak.

I believe that every single particular action I did and he did constantly slowly and eventually brings us united. Yes. United. Thinking that I am so sentimental. Wait until you feel it yourself. As hard as I think back, how can I end up like this with him, I can’t find a satisfaction answer. It is because it has to be. Neither him nor me ignored this.

In a nutshell, I had mine.

For those who seek, for those who ask, for those who want.. Just let go off the past and move forward and move up. Keep praying and believing!

Drink coffee and smile!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s