Inspiring or Just a Showing Off?

Bedanya menginspirasi dan pamer itu tipis, cyin.

Sudah lama saya cukup teriritasi dengan beberapa postingan orang (yang unfortunately saya follow di media sosial) dan tidak cukup ‘berani’ untuk meng-unfollow mereka karena kekerabatan yang cukup dekat. Hal yang kemudian saya lakukan adalah: menutup permanen salah satu akun sosial media saya, yaitu Path.

Maraknya pertumbuhan angka selebgrams saat ini menjadi trend anak muda dan juga ibu-ibu muda (ataupun tua). Post foto dan kemudian di-like or love oleh followers adalah candu. Candu yang begitu dahsyat sehingga seseorang rela menggelontorkan dana sosial (untuk dirinya sendiri) seperti membeli likes or followers, membeli baju baru untuk bahan post baru, makan di restoran mewah, nongkrong di café baru, mencicipi kue-kue kekinian, dan banyak hal lainnya yang tentu berdasar pada uang.

Sejujurnya, ada perasaan dimana saya sering nyeletuk dalam hati: elah, gitu aja dipamerin. Kadang bahkan celetukan itu menjadi semakin self-centre ketika saya kembalikan ke diri saya sendiri: cuy, saya juga biasa kok makan minum gituan, nongkrong ke sana sini, pake ini itu, tapi tidak saya pamer. Banyak sekali hal yang bisa saya pamerkan, jika saya mau tentunya. Tapi, saya ingat lebih banyak orang yang ‘lebih di atas’ dari saya tapi tidak serta merta memamerkan apa yang mereka punya. Sementara saya, apalah saya ini? Bukannya sok merendah atau sok meninggi di waktu yang sama, saya hanya mencoba mengenali posisi saya sebenarnya. Sounds so pathetic? Yes. Sayangnya, saya tidak memiliki nyali yang cukup untuk dihujat ‘sok pamer’.

Budaya memamerkan apa yang dimiliki menurut saya adalah hal yang baru merebak sejak naik daunnya sosial media segala rupa. Kompetisi dunia maya membuat orang-orang berlomba mendapat pengakuan atas apa yang dilakukan dan dimilikinya. Tapi, bagi beberapa orang-orang tindakan semacam ini bukan memamerkan sesuatu melainkan memberikan inspirasi. Elah! Excuse ini kemudian melahirkan generasi-generasi ‘sok inspiratif’ dalam hal berpenampilan, bersosialisasi, berpendidikan, dan lebih parah lagi: beragama.

Kebiasaan pamer yang semakin menjadi-jadi (dengan atau tanpa disadari oleh orang tersebut) bisa menjadi penambah jarak silaturrahmi. Pamer itu, menurut saya, adalah sesuatu yang dilakukan seseorang untuk ‘meninggikan’ dirinya. Let alone pamer galau dan alay! Itu diluar konteks post ini. Iya, ada sih pamer yang tidak ‘meninggikan’ diri, tapi most of the time pamer itu diperuntukkan kenaikan posisi di mata sosial dengan cara yang cukup smooth.

Bagi saya, candu pamer semacam ini adalah hal yang bisa dihentikan (jika mau).

Mungkin bagi kalian saya terdengar (seharusnya terbaca) adalah tukang ngomong doang. Yah, saya memang tidak menyukai beberapa posts orang yang saya follow dan saya tidak memiliki cukup keberanian untuk menegur langsung atau bahkan unfollow. Iya, saya masih memiliki keinginan untuk mempunyai hubungan baik dengan orang-orang tersebut terlepas dari satu sifat pamernya itu. Iya, dan saya masih manusia biasa yang kadang merasa terganggu dengan kelakuan mereka. Tapi pilihan apa yang saya punya? Satu, cablak aja cuy. Dua, pura-pura tidak melihat dan menyadari. Tiga, tutup akun sosial media aja cyin.

Here, I’m not playing victim. Being a victim is just a matter of perspective. You could bother or be bothered, it’s depend on how you see yourself and where.

If I say: to be honest, I could say I have a lot of things to be shown off if I want. I have a good life with a loving husband and family, nice long last friendships, a kind-hearted boss and a well-paid job, a good education background, a strong personality, and many more that I can manifest into Instagram posts and get admiration for those.

Then, if you read my last paragraph and imagine that I post everything that I have in my Instagram page, would you consider me as an inspiring person despite my dictions? If you have a pure heart (or innocent thought) perhaps you’d say yes I’m inspiration. You will try to copy my life and set your life goal as what I’ve shown. Then, at the very basic you just have to realize that everyone is different. You can’t be me and neither can I. Being inspired is good and being an inspiration is better. But look, it will drive us into some part of deeper relations in an unrealistic world.

Here is the thing, being able to post something magnificent in a social media will cost you a dependency. You will be encouraging yourself to post more and more. People giving you an accomplishment for what you’ve posted is something that will make your day. In a long run, you’ll be exhausted to fulfill everyone’s wit. How if you stop to be inspiring, one day you feel tired and decide to rest, people will mock.  And, you couldn’t blame them for that. Your followers never been wronged. Or the worst thing is, you will be addicted to be a part of the never-end circle of social media trend like once you’re in no way out. It is sound like a horror-thriller movie, isn’t it?

In this post, I may sound sarcastic again. But, the thing is I’m kind of sick of what I’ve seen in my Instagram. I need it to be connected due to my actual distance from most of my family and friends. I need it to be able to see what’s going on, yes I want to be updated also for sure. But then I just realized that everything has two sides. Take it or leave it. And for now, I choose to take it. Leaving it may become an option for undecided time frame.

I know that some of you positioning yourself in mine. Being so sarcastic and a coward in the same time regarding this issue. Some of you may blame my words and consider it as a very insulting and wiseacre person. I could fully understand all those thoughts and I am still being irritated with the way people think. Unfortunately, I could barely stand with that because I still have other persons with the same frequency with me toughen each other.

For those who consider themselves as an inspiration and keep inspiring people with what they believe as an inspiration, I’m not cursing or blaming you all. I just want to let you know that there are people out there, like me, who feel very poor with the recent condition of what you consider as inspiring.

My husband once told me to leave behind those kind of immature people and asked me why I don’t show off what I have. My answer is, I don’t want to be addicted like those kind of likely-inspiring persons, that I’m afraid I will turn out be like them and I won’t be able to stop myself. I just have a different wit with them.

I don’t force them to stop. I don’t force myself to curse more.

The last thing, let me quote one of my favorite old proverbs:

Langit tak perlu menjelaskan mengapa dia tinggi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s