D A S H

Selalu banyak hal yang akan membuat kita stres dan tertekan. Ingin marah, protes dan kesal. Tapi kepada siapa? Kepada Tuhan? Kadang kita terlalu heboh meminta keadilan kepada Tuhan. Iya, kita meminta balasan atas kebaikan apa yang kita lakukan, atas ibadah yang kita laksanakan. Padahal, lupakah kita esensi ibadah itu sendiri adalah untuk kita. Bahwa garis antara kehidupan dan kematian adalah sebuah garis pendek:a dash.Garis yang berada di antara tahun lahir dan tahun kematian kita di batu nisan kita kelak. 

Life is a dash. Live your dash.

Ada sebuah puisi yang diperkenalkan sesorang kepada saya. Mengenai hidup yang singkat ibarat tanda dash. Puisi yang bermakna dan sangat mengena. Bahwa hidup harus kita nikmati. Semakin kurang bersyukur, semakin miserable hidup kita.

There are a lot of reasons to be happy. Being happy isn’t a life purpose. Being happy is a lifestyle. Let’s just change our lifestyle before the four numbers after the dash come to us.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s