Masa Depan Anak Aman? #MoneySmartMenginspirasi Orang Tua Mempersiapkannya

Sejak rajin mengedukasi diri dengan portal berita keuangan dan gaya hidup MoneySmart, saya sedikit banyak tahu informasi kekinian di Indonesia walaupun berdomisili di luar. Bagi ibu rumah tangga seperti saya, melek informasi keuangan adalah hal wajib agar pengaturan keuangan keluarga bisa maksimal.

Saya dan suami percaya bahwa kami, sebagai orang tua, adalah guru pertama bagi anak kami. Selain mengajarkannya untuk siap menghadapi masa depan, tentunya kami sebagai orang tua harus mempersiapkan beberapa hal untuk itu terutama masalah keuangan. Sejak awal pernikahan, kami selalu terbuka menyoal keuangan dan alokasi budget keluarga. Kami saling tahu penghasilan masing-masing dan pengeluaran masing-masing. Bagi kami, keterbukaan soal keuangan adalah hal penting dan tidak main-main. 

Selain mengajarkan pentingnya life skills bagi anak kami, ada beberapa hal yang kami persiapkan sebagai orang tua yang peduli dengan pentingnya sebuah pendidikan. Bagi saya pribadipendidikan adalah investasi terlama dan terpenting bagi seseorang. Tanpa pendidikan yang layak, seseorang akan menghadapi kesulitan dan keterbelakangan di masa depan. Kami tentunya tidak ingin anak kami mengalami hal tersebut. Terlebih dengan kenyataan bahwa anak kami adalah seorang perempuan –yang sampai saat ini masih berjuang untuk menyetarakan haknya dengan laki-laki. Iya, kami termasuk kaum feminist. Bagi beberapa orang mungkin hal ini tidak begitu masalah, namun sebagai orang tua yang menyadari hal ini, kami merasa persiapan yang dibutuhkan harus dilakukan sedini dan seoptimal mungkin. 

Dengan demikian ada beberapa hal yang telah kami lakukan dan ingin kami bagikan;

  1. Menyiapkan dana pendidikan. Dana pendidikan ini bisa berbentuk tabungan ataupun asuransi. Kami sendiri memilih tabungan pendidikan yang bagi kami nilai proteksinya lebih tinggi walaupun tentunya nilai keuntungannya tidak banyak. Saat ini, belum ada bentuk polis unit link (asuransi dan investasi) yang ‘meyakinkan’ bagi kami. Mungkin terbilang kolot, tapi bagi kami dana pendidikan harus aman dulu baru menghasilkan. Terlalu banyak pengalaman buruk teman dan keluarga mengenai unit link. Bagi yang memilih asuransi, artikel menarik ini bisa membantu kalian memilih.
  2. Menyiapkan wali bagi anak kami ketika hal tidak diinginkan terjadi. Memilih wali tentunya harus dari keluarga terdekat yang bisa tulus merawat anak dan tentunya melek finansial –yang nantinya bisa membantu mengelola asetnya
  3. Menyiapkan akun tabungan di bank atas nama anak. Jenis tabungan ini berbeda dengan tabungan pendidikan tentunya. Hal ini tentunya berguna untuk mengajarkannya bagaimana menabung dan pentingnya sebuah tabungan. Juga ketika terjadi sesuatu terhadap kami sebagai orang tua, kami bisa mengalihkan semua dana yang kami miliki ke akun anak kami. Aturlah syarat dan ketentuan dengan bank kamu.
  4. Memberikan pendidikan finansial dan menanamkan pentingnya melek finansial. Hal ini bisa dimulai dengan memberikan uang jajan dan mengajarkan bagaimana cara mengalokasikannya. Kami akan mengajarkannya bagaimana memiliki uang dan menghabiskannya dengan bijaksana. Kami juga berencana untuk melibatkannya dalam pembicaraan keuangan keluarga, tentunya dengan porsi sesuai usianya: seperti menentukan jenis liburan keluarga yang baik bagi keuangan. Tentunya hal ini bisa dilakukan jika anak sudah mengenal ‘nomor’ uang. Bukan tidak mungkin juga, kami akan mengajarkannya bermain saham .
  5. Menyiapkan asuransi jiwa. Bagi sebagian orang dan beberapa teman serta keluarga telah menyarankan untuk menyiapkan asuransi jiwa bagi kami. Untuk poin ini, kami masih menimbang-nimbang karena ada beberapa hal yang belum kami sepakati dengan polisasuransi yang ditawarkan. Namun hal penting seperti asuransi kesehatan tetap kami budget­-kan dalam perencanaan keuangan kami.
  6. Menyiapkan rencana pensiun. Kami tidak ingin anak kami kelak menjadi salah satu generasi sandwichyang terjebak. Sehingga, persiapan dana pensiun sejak sekarang adalah hal yang kami rencanakan agar kami tidak menjadi beban bagi anak kami di masa tua kami kelak.

Sebagai orang tua yang memiliki kecemasantentang masa depan anak kami, kami menyadari bahwa takut saja tidak cukup. Sehingga, sedari dini kami telah melakukan persiapan, utamanya secara keuangan. Bagi para orang tua lain, yang juga cemas dengan masa depan anak-anaknya, mulailah dari sekarang.

There is nothing we can do but hoping for the best and preparing for the worst.

Artikel ini diikutkan pada lomba blog #MoneySmartMenginspirasi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s