Perkara Tindik Telinga

Jadi kemarin adalah salah satu milestones yang cukup mengesankan.  Dari dulu, anak saya masih kecil, saya sering mendapatkan pertanyaan seputar tindik telinga. “Loh? Kenapa anaknya tidak sekalian ditindik ketika masih bayi, kan biar gak ngerasa sakit?” atau “Tindik aja telinganya, nanti dikira anak lelaki.” Atau hal-hal seperti itulah yang mempertanyakan keputusan saya untuk tidak menindik telinga anak …

(Un)romanticising Living Abroad: Pengalaman Pindah ke Singapura

Hello, hello! Rupanya saya amat sangat tidak produktif di blog ini. Apakah saya harus menutupnya?  Namun kali ini saya akan memberi sedikit update singkat mengenai kehidupan saya belakangan ini sejak tulisan saya terakhir. Ya, saya telah berpindah negara dari Saudi Arabia ke Singapura. Saya dan keluarga saya pindah ke Singapura sejak Maret 2022. Belum begitu lama. Namun …

Hidup dan Kebahagiaan

Dari judulnya, mungkin sekilas tulisan ini akan bernada berat. Seharusnya sih tidak juga. Tapi bisa jadi pemaknaan kita akan sedikit berbeda mengenai hal-hal tertentu (dałam tulisan ini) karena mood dan kondisi saat membacanya. Banyak hal yang terjadi selama setahun (lebih) sejak tulisan terakhir saya. Mulai dari kehilangan orang yang sangat dekat sampai sebuah keharusan penerimaan …

Perempuan di Balik Layar

Belakangan ini saya sering bertanya-tanya mengenai peran perempuan dalam perekonomian dan pekerjaan domestik. Apakah bisa perempuan yang memilih, voluntarily or not, untuk menjadi ibu rumah tangga dikategorikan sebagai bentuk sumbangsih terhadap pertumbuhan ekonomi? Ada joke yang dilontarkan oleh satu economist bahwa ketika seseorang menikahi asisten rumah tangganya, maka GDP akan berkurang. Pekerjaan domestik adalah bentuk perpanjangan dari nature perempuan yang mengasihi dan mencintai. …

Catatan Berbeda Tentang Orang Tua

Lahir dan besar dari keluarga biasa, saya terbiasa diajarkan bagaimana perempuan harus bersikap. Saya juga didoktrin bahwa pencapaian tertinggi seorang perempuan adalah menikah. Tidak peduli seberapa tinggi pendidikannya, seberapa banyak digit di tabungannya, seberapa banyak anak yatim piatu yang disantuni, atau bahkan seberapa cantik dia, if she’s not married to anyone, she is a failure. Not …

Takut Berbahagia

Saya ingin bercerita tentang pengalaman seorang teman. Seorang perempuan yang memiliki pembawaan ceria, open minded,dan dia memiliki pendidikan yang lebih dari standar. Dia menceritakan satu bagian hidupnya yang selama ini dia tutupi karena ingin dia lupakan. Ketika dia mengatakan “saya adalah orang yang takut bahagia.” Di situ saya mulai bertanya-tanya pengalaman traumatis apa yang membawanya pada …

“Hanya” Ibu Rumah Tangga

Jika boleh saya bertanya, kepada para ibu-ibu di luar sana, setujukah kalian dengan pernyataan bahwa setinggi apapun jabatan seorang perempuan, sehebat apapun usahanya, tugas utamanya tetaplah adalah menjadi seorang ibu yang paham ilmu agama untuk anak-anaknya dan menjadi istri solehah untuk suaminya? Entah saya yang membacanya rada kesal atau jengkel, tapi banyak sekali kesan negatif yang …

What Makes Me a Sexist?

“Lu jangan bawel dong kayak emak-emak”. Terkadang dalam keseharian kita, beberapa komentar sexist terdengar sangat normal. Misalnya “Lagi PMS, ya? Pantesan.”, “Ah, lu cowok sih. Pasti gak akan bisa paham.”, atau “Kalo gue bisa milih, mending gue kerja ama cowok semua. Less drama gak kayak cewek.” Percakapan seperti ini saja sudah bisa dikategorikan sebagai bentuk …