“Hanya” Ibu Rumah Tangga

Jika boleh saya bertanya, kepada para ibu-ibu di luar sana, setujukah kalian dengan pernyataan bahwa setinggi apapun jabatan seorang perempuan, sehebat apapun usahanya, tugas utamanya tetaplah adalah menjadi seorang ibu yang paham ilmu agama untuk anak-anaknya dan menjadi istri solehah untuk suaminya? Entah saya yang membacanya rada kesal atau jengkel, tapi banyak sekali kesan negatif yang …

What Makes Me a Sexist?

“Lu jangan bawel dong kayak emak-emak”. Terkadang dalam keseharian kita, beberapa komentar sexist terdengar sangat normal. Misalnya “Lagi PMS, ya? Pantesan.”, “Ah, lu cowok sih. Pasti gak akan bisa paham.”, atau “Kalo gue bisa milih, mending gue kerja ama cowok semua. Less drama gak kayak cewek.” Percakapan seperti ini saja sudah bisa dikategorikan sebagai bentuk …

Twitter: Penawar Racun Penuh Canda

Beberapa bulan belakangan ini saya kembali bermain Twitter walaupun tidak begitu aktif bercuit seperti tahun-tahun yang lalu. Alasannya? Sepertinya karena Instagram menjadi lebih beracun dan tiba-tiba saya menjadi sedikit intolerant. Yah, masih main beberapa jam sih tapi tidak seintens dulu: bosan dikit buka Instagram. Twitter menjadi sebuah shelter bagi jiwaku yang haus lelucon receh. Twitter adalah tempat kembali untuk …

Pengakuan dan Validasi

It’s been (again) a while. Ditemani es kopi dan playlist yang mood booster disertai suasana gloomy Saudi hari ini, saya ingin ‘berbincang’ mengenai dua tipe orang yang saya dikotomikan. Nah, kali ini izinkan saya mendiskusikan satu aspek penting dalam diri kita sebagai Homo Sapiens yang relations-oriented. Pengakuan. Iya. Menurut Barth, pengakuan diperlukan oleh manusia sebagai bentuk nafas bagi kesehatan psikologi sama seperti …

Yang Penting Nikah Dulu, Nduk

Beberapa waktu lalu bermunculan tulisan mengenai betapa pentingnya menikah ketimbang sekolah. Bahwa banyak perempuan cantik di luar sana yang masih ‘nganggur’ karena disinyalir memilah milih laki-laki. Mereka dianggap ‘menunggu’ laki-laki tampan, baik, dan kaya. Karena menolak ‘ikhwan’ yang agak dibawah standar mereka, akhirnya mereka jadi nganggur. Benar jika cantik saja tidak cukup, agama harus menjadi …

Current Status: Ex-Student and Indonesian

Mungkin agak latah ya jadinya tulisan saya ini. Soalnya rada ‘in’ soal kritik non penerima beasiswa ke (alumni) penerima beasiswa atau bahkan sesama penerima beasiswa. Well, saya adalah alumni penerima beasiswa dari The Scientific and Technological Research Council of Turkey (TÜBİTAK) tahun 2015. Selama dua tahun di Turki, TÜBİTAK adalah penopang hidup finansial saya satu-satunya. …

Spoil Me with Loyalty, I Can Finance Myself

Kata orang tua dulu, tidak usahlah perempuan banyak kerja di luar rumah. Tinggallah saja di rumah, urus rumah, besarkan anak, dan tentunya layani suami. Tugas perempuan adalah melayani keluarga sebaik mungkin dengan cara tinggal di rumah. Sedangkan tinggal di rumah saja pekerjaan masih keteteran apalagi kerja di luar rumah? Anak siapa yang urus? Suami? Mau …