Twitter: Penawar Racun Penuh Canda

Beberapa bulan belakangan ini saya kembali bermain Twitter walaupun tidak begitu aktif bercuit seperti tahun-tahun yang lalu. Alasannya? Sepertinya karena Instagram menjadi lebih beracun dan tiba-tiba saya menjadi sedikit intolerant. Yah, masih main beberapa jam sih tapi tidak seintens dulu: bosan dikit buka Instagram. Twitter menjadi sebuah shelter bagi jiwaku yang haus lelucon receh. Twitter adalah tempat kembali untuk …