Perempuan di Balik Layar

Belakangan ini saya sering bertanya-tanya mengenai peran perempuan dalam perekonomian dan pekerjaan domestik. Apakah bisa perempuan yang memilih, voluntarily or not, untuk menjadi ibu rumah tangga dikategorikan sebagai bentuk sumbangsih terhadap pertumbuhan ekonomi? Ada joke yang dilontarkan oleh satu economist bahwa ketika seseorang menikahi asisten rumah tangganya, maka GDP akan berkurang. Pekerjaan domestik adalah bentuk perpanjangan dari nature perempuan yang mengasihi dan mencintai. …

“Hanya” Ibu Rumah Tangga

Jika boleh saya bertanya, kepada para ibu-ibu di luar sana, setujukah kalian dengan pernyataan bahwa setinggi apapun jabatan seorang perempuan, sehebat apapun usahanya, tugas utamanya tetaplah adalah menjadi seorang ibu yang paham ilmu agama untuk anak-anaknya dan menjadi istri solehah untuk suaminya? Entah saya yang membacanya rada kesal atau jengkel, tapi banyak sekali kesan negatif yang …

What Makes Me a Sexist?

“Lu jangan bawel dong kayak emak-emak”. Terkadang dalam keseharian kita, beberapa komentar sexist terdengar sangat normal. Misalnya “Lagi PMS, ya? Pantesan.”, “Ah, lu cowok sih. Pasti gak akan bisa paham.”, atau “Kalo gue bisa milih, mending gue kerja ama cowok semua. Less drama gak kayak cewek.” Percakapan seperti ini saja sudah bisa dikategorikan sebagai bentuk …